Nelayan Taniwel–SBB Ditemukan Selamat Setelah Hilang Berhari-hari di Laut
January 19, 2026 05:42 PM

 


Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang nelayan asal Desa Kasieh, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut. 

Korban ditemukan dalam keadaan selamat pada hari kedua Operasi SAR, Senin (19/1/2026).

Korban diketahui bernama Kisman Latumapayahu (64). 

Ia ditemukan oleh nelayan Desa Gale-gale dengan jarak sekitar ±24 nautical mile dari lokasi awal kejadian.

Korban kemudian dievakuasi ke Desa Gale-gale untuk mendapatkan perawatan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Sebelumnya, memasuki operasi SAR hari kedua, pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 08.00 WIT. 

Unsur SAR Gabungan dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas area pencarian sesuai SAR MAPS hari kedua operasi. 

Seluruh SRU dikerahkan menggunakan rubber boat dan longboat untuk menyisir sejumlah titik koordinat di sekitar perairan lokasi kejadian.

Baca juga: Jadwal Rutin Kapal Cantika Lestari 19-25 Januari 2026 dari Pelabuhan Slamet Riyadi, Kota Ambon 

Baca juga: Mengenal Kombes Pol Indra Gunawan, Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku

Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 12.30 WIT. 

Informasi penemuan korban diterima Tim SAR Gabungan setelah nelayan setempat menemukan korban dalam kondisi selamat di tengah laut.

Komandan Tim Operasi SAR, Fadly Latukau, menjelaskan korban sempat terombang-ambing di laut selama beberapa hari akibat kerusakan mesin perahu yang digunakannya saat melaut.

“Korban mengalami kerusakan mesin sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan pulang dan akhirnya hanyut. Beruntung korban menemukan sebuah rompon yang juga hanyut, kemudian perahu miliknya diikat pada rompon tersebut agar tidak terbawa arus terlalu jauh,” ujar Fadly.

Ia menambahkan, setelah laporan kecelakaan laut diterima dan Operasi SAR dilaksanakan, korban akhirnya berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian.

“Alhamdulillah, korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan setempat. Saat ini korban dievakuasi dari Desa Gale-Gale menuju kediamannya untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Selama pelaksanaan Operasi SAR, kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau berawan tebal, dengan kecepatan angin barat–tenggara mencapai 27 knots dan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, Brimob, Polairud SBB, Babinsa, Polsek Taniwel, serta masyarakat setempat. 

Adapun sarana dan peralatan (alut dan palsar) yang digunakan meliputi truk personel, rubber boat, Aqua Eye, serta longboat milik masyarakat.

Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. 

Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama proses pencarian.

Kronologi Awal Kejadian

Sebelumnya, seorang nelayan asal Desa Kasieh, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar perairan Desa Kasieh dan belum kembali ke rumah.

Laporan kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut diterima Comm Centre Basarnas Ambon pada Minggu (18/1/2026) pukul 03.10 WIT dari Sekretaris BPBD Seram Bagian Barat. 

Dalam laporannya disebutkan, korban melaut menggunakan perahu katinting sejak 15 Januari 2026 sekitar pukul 02.00 WIT dan tidak kunjung kembali.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 03.30 WIT, Tim Rescue Basarnas Ambon diberangkatkan melalui jalur darat menuju lokasi kejadian dengan jarak sekitar 177 kilometer dan heading 24,46 derajat arah timur laut dari Kantor SAR Ambon.

Tim tiba di Desa Kasieh pada pukul 11.14 WIT dan langsung menggelar briefing Operasi SAR bersama unsur potensi serta masyarakat setempat. 

Pada hari pertama pencarian, Tim SAR Gabungan membagi pencarian menjadi dua SRU.

SRU 1, terdiri dari Basarnas, Brimob, dan Polairud, menggunakan rubber boat melakukan pencarian sejauh ±10 nautical mile ke arah utara Desa Kasieh. 

Sementara SRU 2, menggunakan longboat yang beranggotakan Basarnas, Brimob, dan masyarakat, menyisir area sejauh ±40 nautical mile ke arah utara Kasieh.

Hingga menjelang sore hari pertama, korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada hari kedua hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.