EVAKUASI Kru Kapal LC Astrolabe di Perairan Selat Badung karena Masalah Kesehatan, Ini Kata Tim SAR!
January 19, 2026 07:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tim SAR gabungan melakukan evakuasi medis, terhadap seorang kru Kapal LC Astrolabe yang mengalami masalah kesehatan di perairan Selat Badung pada Senin 19 Januari 2026.

 

Laporan pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui PT. Bayu Cipta Samudra selaku agen kapal.

 

"Informasi awal, kapal rencananya akan berlayar dari Australia menuju pulau Batam, namun mendekati perairan Bali salah satu kru mengalami masalah kesehatan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya. 

 

Dari data yang dihimpun, kru kapal tersebut bernama Sriram Veeramani Krishnan laki-laki usia 43 tahun merupakan WNA Asal India yang mengalami gangguan kesehatan saat berlayar.

Baca juga: BURON Internasional Pembunuhan Sejak 2023 Ditangkap di Kerobokan, Kini Diperiksa Intensif Polda Bali

Baca juga: LONGSOR Rusak Sejumlah Pelinggih di Pura Manik Tirta Timuhun Klungkung, 7 Hari Dilanda Hujan Deras!

Proses evakuasi kru Kapal LC Astrolabe yang mengalami masalah kesehatan.(Istimewa/Humas SAR Denpasar)
Proses evakuasi kru Kapal LC Astrolabe yang mengalami masalah kesehatan.(Istimewa/Humas SAR Denpasar) (Tidak Ada/istimewa)

 

Tim SAR gabungan dan agen kapal sepakat, melaksanakan intercept pada koordinat 8°46'11.99"S - 115°14'37.17"E  di Parairan Selat Badung. 

 

“Setelah kita laksanakan plotting koordinat, jarak intercept mencapai 3.08 NM dengan heading 139⁰ dengan waktu tempuh sekitar 30 menit," imbuhnya.

 

Ditambahkanya, sekitar pukul 08.00 WITa sebanyak 10 orang Tim SAR gabungan dari berbagai unsur telah menjangkau kapal dan selanjutnya melaksanan proses evakuasi. 

 

Sebelum dibawa ke rumah sakit, tim medis dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar dan Klinik Nusa Medica melakukan pemeriksaan awal kondisi kesehatannya. 

 

Mereka menyatakan kondisi masih stabil dan tidak memerlukan penanganan khusus saat proses mobilisasi. 

 

"Proses evakuasi memakan waktu sekitar 40 menit, target selanjutnya dibawa menuju RS. Siloam guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ucap Nyoman Sidakarya.

 

Pelaksanaan evakuasi medis turut melibatkan unsur SAR gabungan yaitu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Lanal Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Imigrasi, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Polairud Mabes Polri, VTS Pelabuhan Benoa, Klinik Nusa Medica, Polsek Kawasan Benoa dan Agen Kapal. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.