TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp 255 miliar.
Target tersebut mengalami kenaikan tipis dibandingkan PAD tahun 2025 lalu.
Dimana target pada 2025 lalu sebesar Rp 240 miliar.
Namun target yang tercapai hanya Rp179.250.566.801,43 atau 74,60 persen dari target PAD di APBD murni 2025 sebesar Rp240.280.769.359,00.
Jika dilihat dari target perubahan PAD 2025 sebesar Rp280.362.327.084,33 realisasinya mencapai 63,94 persen.
"Kenaikan yang tidak terlalu signifikan itu disesuaikan dengan kondisi riil perekonomian di Kabupaten Kuantansing yang masih memerlukan penguatan di berbagai sektor pasca pandemi Covid, pendemi sangat berdampak pada perekonomian masyarakat," ujar Suhardiman Amby, Senin (19/1/2026).
Meski demikian, Pemkab Kuansing tetap berkomitmen untuk terus mengoptimalkan capaian PAD.
Upaya tersebut akan dilakukan dengan memaksimalkan potensi objek-objek PAD yang telah ada, sekaligus menggali sumber-sumber pendapatan baru yang dinilai potensial.
Selain itu, optimalisasi juga akan dilakukan terhadap sumber PAD lama agar kontribusinya terhadap pendapatan daerah semakin maksimal
"Sumber lama kita optimalkan, seperti Opsen PKB dan BPHTB. Sementara sumber baru adalah galian C," ujarnya.
Pemkab Kuansing berharap, dengan strategi tersebut, target PAD tahun 2026 dapat tercapai dan mampu mendukung pembiayaan pembangunan daerah serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Sebab itu, ia meminta OPD untuk lebih giat menjemput dana pusat.
"Semua OPD harus gencar untuk menjemput program pusat, karena APBD 2026 yang hanya RPP 1,4 triliun tidak akan sanggup untuk mengakomodir semua pembangunan," ujar Suhardiman.