BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jumlah kejadian kebakaran di Kota Pangkalpinang sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data rekapitulasi Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pangkalpinang, tercatat sebanyak 65 kejadian kebakaran selama periode Januari hingga Desember 2025.
Kasi Pemadaman dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kota Pangkalpinang, Junisko mengatakan, angka tersebut menurun cukup tajam jika dibandingkan tahun 2024 yang mencatat sebanyak 107 kejadian kebakaran.
“Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kebakaran tahun 2025 memang cenderung lebih sedikit," kata Junisko, kepada Bangkapos.com, Senin (19/1/2026).
Berdasarkan data tersebut, kebakaran paling banyak terjadi pada bangunan rumah, dengan total 35 kejadian sepanjang tahun 2025. Sementara kebakaran lahan tercatat sebanyak 22 kejadian, disusul kebakaran kendaraan mobil dan motor sebanyak 5 kejadian, serta kebakaran kategori lain-lain sebanyak 3 kejadian.
Junisko menjelaskan, menurunnya angka kebakaran pada 2025 tidak terlepas dari kondisi cuaca di Kota Pangkalpinang yang cenderung basah. Musim kemarau sepanjang tahun lalu didominasi oleh curah hujan, sehingga potensi terjadinya kebakaran relatif lebih kecil.
"Faktor cuaca sangat berpengaruh. Tahun 2025 kemarau di Pangkalpinang cenderung basah atau didominasi hujan, sehingga kebakaran minim terjadi," ujarnya.
Selain faktor alam, upaya pencegahan juga terus dilakukan oleh pihak Damkar. Menurut Junisko, jajarannya secara rutin menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
"Sosialisasi kami lakukan secara berkelanjutan, baik di perkantoran, sekolah, hingga ke rumah-rumah warga. Tujuannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran," jelasnya.
Meski angka kebakaran menurun, Junisko tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan selalu memperhatikan faktor keselamatan, terutama penggunaan listrik, kompor, serta sumber api lainnya di lingkungan tempat tinggal.
"Penurunan ini patut disyukuri, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga agar kejadian kebakaran bisa terus ditekan," tuturnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)