Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Sudinpora) Jakarta Barat menyebutkan bahwa rencana pembangunan fasilitas olahraga papan luncur (skateboard/skatepark) dan ruang terbuka publik di kolong jalan layang (flyover) di wilayah Tambora merupakan permintaan pelaku tawuran.
Kepala Seksi Olahraga Sudinpora Jakarta Barat, Tomi Ari Sudewo, mengatakan, permintaan itu disampaikan dalam dialog beberapa waktu lalu, antara Wali Kota Jakbar Iin Mutmainnah dengan para pemuda yang pernah terlibat tawuran.
"Karena ini permintaan yang langsung Bu Wali yang sempat tanyakan kepada pelaku tawuran. Jadi, mereka membutuhkan lapangan skateboard. Ini permintaan langsung dari pemuda yang melakukan tawuran," ujar Tomi kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Ia menegaskan bahwa sarana olahraga skateboard dipilih agar energi para remaja pelaku tawuran tersalurkan ke hal positif.
"Dalam rangka mencegah tawuran, tentunya pembangunan venue ini yang dibutuhkan oleh rekan-rekan pemuda di Kecamatan Tambora," kata Tomi.
Sementara itu, Camat Tambora, Pangestu Aji mengatakan wilayahnya yang merupakan padat penduduk dengan 11 kelurahan baru memiliki dua Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), yakni di Kalijodo dan Krendang.
"Selain wilayahnya kecil dan penghuninya banyak, mereka sulit menyalurkan kegiatan positif. Diharapkan dengan adanya skatepark, kreativitas mereka bisa terwadahi," katanya.
Ia menyebutkan ada dua opsi lahan aset pemerintah yang sedang dikaji dalam tahap perencanaan saat ini.
"Sementara informasi aset yang kita punya, opsinya ada di bawah kolong 'flyover' Jembatan Dua dan juga Taman Jayakarta di sisi Jalan Latumeten, seberang Seasons City Mall," kata Pangestu.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa dari dua opsi tersebut, hanya satu lokasi yang akan dipilih setelah melalui kajian teknis lebih lanjut.
"Yang akan dibangun satu, tapi opsinya sementara di dua lokasi alternatif itu. Nanti perkembangan lanjutnya dan kajian-kajian teknis mungkin bisa kita pertimbangkan lagi," ujarnya.







