50 Contoh Pantun Nasehat dan Pengertian Pantun Nasehat serta Ciri-ciri Pantun Nasehat
January 19, 2026 07:29 PM

Baca juga: 25 Contoh Teks Persuasi Berbagai Topik, Pengertian Teks Persuasi, Ciri-ciri, Struktur, Teknik, Topik

Di tengah gempuran informasi dan hiburan modern, terkadang kita merindukan nasihat bijak yang disampaikan dengan cara sederhana dan menghibur.

Di sinilah pantun nasehat hadir sebagai oase. Dengan rima yang memikat dan pesan yang mendalam, pantun nasehat bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga sumber inspirasi yang tak lekang oleh waktu.

Mari kita selami lebih dalam pengertian dan keindahan pantun nasehat.

A. Pengertian Pantun Nasehat

Secara istilah, pengertian pantun nasehat adalah jenis pantun yang isinya bertujuan untuk memberikan ajaran, anjuran, atau petuah yang bermanfaat bagi pendengar atau pembacanya.

Pantun nasehat berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral, etika, atau nilai-nilai kehidupan dengan cara yang menghibur dan mudah diingat.

Berikut ciri-ciri pantun nasehat : 

- Isi: Berisi nasehat, ajaran moral, atau petuah bijak.

- Tujuan: Memberikan panduan, motivasi, atau inspirasi kepada pendengar atau pembaca.

- Bahasa: Menggunakan bahasa yang indah, ringkas, dan mudah dipahami.

- Struktur: Memiliki struktur yang sama dengan pantun pada umumnya, yaitu terdiri dari empat baris, dengan rima a-b-a-b. Dua baris pertama (sampiran) biasanya tidak berhubungan langsung dengan isi, sedangkan dua baris terakhir (isi) menyampaikan nasehat atau pesan yang ingin disampaikan.

B. Contoh Pantun Nasehat

Berikut 10 contoh pantun nasehat berbagai tema : 

  1. Ke pasar membeli ikan teri,
    Jangan lupa membeli mentimun.
    Jika ingin hidup berperi,
    Hormati guru juga teman.
  2. Bunga mawar harum mewangi,
    Dipetik anak di hari senja.
    Rajin belajar setiap hari,
    Bekal hidup selama di dunia.
  3. Burung camar terbang ke sawah,
    Hinggap sejenak di dahan kayu.
    Janganlah engkau suka membantah,
    Nasihat orang tua dengarkan dulu.
  4. Anak ayam turun sepuluh,
    Mati satu tinggal sembilan.
    Janganlah kamu berbuat rusuh,
    Agar hidup terasa nyaman.
  5. Buah mangga buah pepaya,
    Dibawa anak dari Kota Duri.
    Janganlah engkau suka bergaya,
    Hidup sederhana itu berarti.
  6. Naik perahu ke Pulau Bintan,
    Singgah sebentar membeli jamu.
    Jikalau engkau punya impian,
    Berusahalah gapai tujuanmu.
  7. Ada gajah ada beruang,
    Hidup rukun di dalam hutan.
    Janganlah engkau suka berbohong,
    Kepercayaan itu sangatlah rentan.
  8. Pohon kelapa tinggi menjulang,
    Buahnya enak dibuat es kelapa.
    Jika hati sedang bimbang,
    Berdoalah agar diberi cahaya.
  9. Jernih airnya sungai Musi,
    Tempat bermain anak nelayan.
    Jaga selalu kesehatan diri,
    Agar hidup terasa nyaman.
  10. Beli kain berwarna biru,
    Untuk dipakai di hari raya.
    Jikalau engkau berilmu,
    Amalkanlah dengan bijaksana.
  11. Bunga melati di taman sari,
    Harum semerbak hingga senja.
    Cinta sejati takkan lari,
    Walau badai datang menerpa.
  12. Menjadi kerang ke pantai Losari,
    Ombak berdebur hatiku senang.
    Cinta hadir bagai pelangi,
    Warnai hidup jadi lebih terang.
  13. Duduk berdua di bawah rembulan,
    Bintang bersinar menemani kita.
    Cinta itu anugerah Tuhan,
    Jagalah baik-baik di dalam jiwa.
  14. Layang-layang putus talinya,
    Terbang jauh tak terkendali.
    Cinta palsu hanya bualan saja,
    Hati terluka tiada terperi.
  15. Pohon bambu tumbuh berderet,
    Daunnya hijau menyejukkan mata.
    Cinta tulus takkan berkhianat,
    Setia menemani suka dan duka.
  16. Pergi ke pasar membeli cincin,
    Kilau datang dari pertama.
    Cinta sejati datangnya dari batin,
    Bukan sekadar paras yang mempesona.
  17. Burung merpati terbang ke awan,
    Membawa surat tanda setia.
    Cinta itu adalah pengorbanan,
    Bukan hanya tentang bahagia.
  18. Di tepi danau memancing ikan nila,
    Ikan ditangkap untuk dimakan.
    Cinta yang dalam takkan terlupa,
    Walau waktu terus berjalan.
  19. Naik kereta api ke Surabaya,
    Pemandangan indah sepanjang jalan.
    Cinta itu adalah saling percaya,
    Jangan dikhianati dengan kebohongan.
  20. Malam sunyi bertabur bintang,
    Angin berhembus sepoi-sepoi.
    Cinta hadir tanpa kupinta datang,
    Namun ku jaga sepenuh hati.
  21. Ke toko buku membeli pena,
    Pena baru warnanya biru.
    Sahabat sejati takkan terlena,
    Selalu ada saat ku perlu.
  22. Di kebun binatang ada jerapah,
    Tingginya sungguh tiada tara.
    Sahabat baik selalu tabah,
    Menemani suka maupun duka.
  23. Bermain layangan di lapangan luas,
    Angin bertiup layangan menari.
    Sahabat sejati tak pernah puas,
    Membantu tanpa pamrih di hati.
  24. Memetik mangga di pohon tinggi,
    Mangga matang rasanya manis.
    Sahabat sejati selalu berbagi,
    Kebahagiaan bersama tanpa tangis.
  25. Pergi ke gunung mendaki tebing,
    Pemandangannya sungguh indah.
    Sahabat sejati selalu membimbing,
    Agar diriku tak salah langkah.
  26. Di tepi sungai mencuci kain,
    Kain bersih warnanya cerah.
    Sahabat sejati bagai cermin,
    Menunjukkan baik buruknya tingkah.
  27. Melihat pelangi setelah hujan,
    Warnanya indah mempesona hati.
    Sahabat sejati adalah teman,
    Berbagi cerita tanpa henti.
  28. Menanam padi di sawah luas,
    Padi tumbuh subur menghijau.
    Sahabat sejati tak pernah culas,
    Selalu jujur apa adanya dirimu.
  29. Membeli roti di toko seberang,
    Roti dimakan tinggal separuh.
    Sahabat sejati selalu datang,
    Memberi semangat saatku jatuh.
  30. Malam hari melihat bintang,
    Bintang bersinar di langit tinggi.
    Sahabat sejati selalu dikenang,
    Dalam hati tersimpan abadi.
  31. Pergi ke sawah menanam padi,
    Padi tumbuh subur menghijau.
    Hidup ini penuh misteri,
    Hadapi dengan senyum dan tabah selalu.
  32. Burung berkicau di pagi hari,
    Menyambut mentari dengan riang.
    Hidup ini adalah anugerah Illahi,
    Syukuri setiap detik yang terbentang.
  33. Naik perahu ke tengah lautan,
    Ombak berdebur hatiku senang.
    Hidup ini adalah perjuangan,
    Jangan menyerah sebelum menang.
  34. Melihat pelangi setelah hujan,
    Warnanya indah mempesona jiwa.
    Hidup ini penuh cobaan,
    Hadapi dengan sabar dan berdoa.
  35. Di taman bunga bermekaran,
    Harum semerbak mewangi diri.
    Hidup ini adalah kesempatan,
    Gunakan sebaik mungkin setiap hari.
  36. Membeli buku di toko teman,
    Buku baru ilmu pasti.
    Hidup ini adalah pembelajaran,
    Teruslah belajar tanpa henti.
  37. Pergi ke pasar membeli kain,
    Kain batik warnanya indah.
    Hidup ini penuh dengan desain,
    Rancanglah masa depan dengan terarah.
  38. Melihat bintang di malam sunyi,
    Bintang bersinar di hari senja.
    Hidup ini penuh dengan mimpi,
    Kejar dan wujudkan dengan usaha.
  39. Di tepi sungai memancing ikan,
    Ikan ditangkap dimakan bersama.
    Hidup ini adalah pengorbanan,
    Berbagi kebaikan kepada sesama.
  40. Naik gunung mendaki tebing,
    Pemandangan indah sungguh memukau.
    Hidup ini adalah tantangan yang menantang,
    Hadapi dengan semangat dan tekad yang membara selalu.
  41. Pergi ke sekolah membawa buku,
    Buku baru ilmu pengetahuan.
    Rajin belajar setiap waktu,
    Agar cita-cita jadi kenyataan.
  42. Di perpustakaan membaca koran,
    Koran berisi berita terkini.
    Ilmu dicari janganlah bosan,
    Bekal hidup di masa depan nanti.
  43. Naik sepeda ke rumah teman,
    Belajar bersama mengerjakan tugas.
    Ilmu didapat dengan kesabaran,
    Jangan menyerah walau terasa keras.
  44. Burung berkucau di dalam rimba,
    Terbang tinggi menyusur awan.
    Ilmu itu sangatlah berharga,
    teruslah tuntut jangan sia-siakan.
  45. Di laboratorium melakukan percobaan,
    Hasilnya sungguh sangat menarik.
    Ilmu diamalkan dengan tindakan,
    Agar bermanfaat bagi orang banyak.
  46. Pergi ke masjid di hari petang,
    Mendengar ceramah agama tentang janji.
    Ilmu dunia dan akhirat harus seimbang,
    Agar hidup bahagia sejati.
  47. Membaca buku di bawah pohon rindang,
    Suasana tenang sungguh nyaman.
    Ilmu itu bagaikan pedang,
    Untuk membela kebenaran.
  48. Belajar matematika di dalam kelas,
    Soalnya tentang persegi panjang.
    Ilmu didapat dengan kerja keras,
    Jangan malas dan teruslah berjuang.
  49. Melihat ilmuwan sedang meneliti,
    Penemuannya sangatlah berguna.
    Ilmu itu takkan pernah mati,
    Terus berkembang sepanjang masa.
  50. Pergi ke museum melihat sejarah,
    Kisah masa lalu penuh makna.
    Ilmu itu adalah pencerah,
    Menerangi jalan kehidupan kita.

Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id

Demikian penjelasan tentang pengertian pantun nasehat dan ciri-ciri pantun nasehat serta 50 contoh pantun nasehat tentang kehidupan, cinta, orangtua, hingga menuntut ilmu .

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.