"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang generasi muda terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan,"

Jayapura (ANTARA) - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa kesadaran Hak Asasi Manusia harus dibangun secara masif melalui dunia pendidikan, khususnya dari lingkungan kampus di Papua agar perubahan perilaku masyarakat benar-benar terwujud seluruh Indonesia.

"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang generasi muda terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan," katanya usai melakukan penandatangan kerja sama dengan Uncen di Kota Jayapura, Papua, Senin (19/1).

Menurut Pigai, karena kesadaran HAM itu tidak bisa dibangun setengah-setengah. Harus masif, sistematis, dan dimulai dari kampus. Kalau di dunia internasional bicara soal HAM dan punya reputasi baik, maka di dalam negeri juga harus ada perubahan nyata.

"Sehingga hal ini menjadi tugas bersama menghadirkan aturan, regulasi, dan program sosialisasi," ujarnya.

Dia menjelaskan jika masyarakat tidak berubah maka semua itu tidak bermakna karena itu, para generasi milenial harus menjadi motor perubahan.

"Sehingga kami menilai kampus merupakan ruang paling efektif untuk membangun peradaban yang menghormati HAM karena di dalamnya berkumpul sumber daya manusia yang kritis dan berpengetahuan," katanya.

Dia menambahkan di kampus banyak orang pintar, tenaga pendidik juga banyak yang mana para mahasiswa bisa membangun kesadaran HAM di seluruh Tanah Papua, baik kepada aparat negara, aparat sipil, masyarakat umum.

"Kami sangat mendorong di perguruan tinggi, khususnya di Papua diperkuat agar pemahaman tentang HAM agar dapat menjadi rujukan bagi kawasan timur Indonesia," ujarnya.

Dia menjelaskan pusat studi HAM di Uncen ini diharapkan dapat diperkuat agar bisa menangani Papua, Maluku, dan Maluku Utara, karena di dua provinsi itu belum ada pusat studi HAM. Kementerian juga punya banyak program pendidikan dan penyuluhan yang bisa disinergikan.

“Jangan hanya Hari HAM bicara soal HAM, lalu pulang menipu orang atau melanggar hak orang lain. Saya minta seluruh rakyat Indonesia, mari melakukan perubahan secara masif agar bangsa ini benar-benar lebih bermartabat,” katanya.