Sosok Dua Pramugari Pesawat ATR 32-500, Esther Tulang Punggung Keluarga, Florencia Bakal Menikah
January 19, 2026 05:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Esther Aprilita Sianipar dan Florencia Lolita Wibisono adalah dua pramugari pesawat ATR 32-500.

Hingga Senin (19/1/2026) sejak pesawat hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026), belum ada kabar dari kedua pramugari ini.

Tak heran, keluarga masih harap-harap cemas dan tentunya menantikan ada mukjizat akan kabar baik dari nasib dua pramugari tersebut.

Ada segelintir cerita pilu yang diutarakan pihak keluarga akan sosok dua pramugari ini.

Baca juga: 3 Insiden Pesawat ATR di Awal Tahun 2026, Kecelakaan Paling Fatal Terjadi di Indonesia

Rencana Florencia Dinikahi Pilot

Salah satu anggota keluarga Florencia, Yanti, mengatakan sang pramugari sudah punya rencana menikah dengan seorang pilot.

Yanti yang tinggal di Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa mengatakan pihak keluarga sangat berharap ada mukjizat pasca insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500.

"Kami yakin harapan itu masih ada," kata Yanti, mengutip Tribun Jambi.com Senin (19/1/2026).

Menurut Yanti ‎Florencia diketahui telah memiliki rencana untuk menikah.

‎“Kami dengar sudah ada rencana menikah, tapi belum tahu kapan. Rencananya secepatnya,” ujar Yanti.

Calon pasangan Florencia atau Ollen, sapaan akrabnya, diketahui berprofesi sebagai seorang pilot di salah satu maskapai penerbangan.

Florencia Lolita Wibisono saat ini berusia 32 tahun.

‎Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.

‎Florencia atau Ollen diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport. 

‎‎Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.

‎“Kurang lebih 14 tahun dia di Lion Air,” ungkap Ramos.

florenciapramugarinyampak
HILANG KONTAK - Florencia tercatat sebagai satu dari dua pramugari pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada 17 Januari 2026.

Baca juga: Gelagat Aneh Esther Aprilita, Pramugari Pesawat ATR Sempat Ucapkan Maaf, Ayah: Biasanya Gak Gitu

Esther Jadi Tulang Punggung Keluarga

Ayah dari Esther Aprilita Sianipar, Adi Saputra, mengatakan Esther sempat mengutarakan permintaan maaf, suatu hal yang tidak pernah dilakukan Esther sejak jadi pramugari.

Esther merupakan sulung dari tiga bersaudara yang sudah menjadi pramugari selama tujuh tahun.

Menurut ibu Esther, J Siburian, ia sempat bersenda gurau dengan Esther sebelum sang putri tidak ada kabar.

“Chat terakhir hari Jumat malam. Kami masih chatting. Dia bilang dia di Jogja,” ujar Siburian. 

“Kami berharap masih ada mukjizat. Sampai sekarang kan belum ditemukan. Kami berharap mereka semua ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkap Adi dengan suara bergetar saat mendatangi Posko Greeters Meeters, Senin (19/1/2026).

Satu Penumpang Ditemukan Meninggal Dunia

Saat pesawat ini dikabarkan hilang, pencarian langsung dilakukan pada Minggu (18/1/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku Sar Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, di posko Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Minggu (18/1/2026) mengatakan ada penemuan korban meninggal dunia penumpang pesawat ATR 42-500. 

Korban berjenis kelamin laki-laki tersebut saat ini sedang dievakuasi melalui jalur pendakian.

Selain korban, Tim Search and Rescue Unit (SRU) 3 juga menemukan serpihan pesawat berupa rangka dan kursi. 

Lokasi mesin pesawat juga berhasil diidentifikasi berdasarkan laporan visual dari lapangan. 

"Pada pukul 14.20 Wita, telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki di koordinat 04°54' 44"S dan 119° 44' 48" S di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi," ujar Arif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.