SURYA.CO.ID, MOJOKERTO- Pemerintah Daerah (Pemkab) Mojokerto terus melakukan penataan pejabat, guna mengisi kekosongan jabatan struktural maupun fungsional usai pelantikan 3 Kepala Dinas baru di OPD (Organisasi perangkat daerah).
Berdasarkan data yang dihimpun, masih ada 42 posisi kosong terdiri dari satu jabatan eselon IIB dan 41 jabatan eselon IIIA/III B yang meliputi Kepala Kecamatan (Camat), Kepala Bidang (Kabid), sekretaris dinas OPD dan Kepala Bagian (Kabag).
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto Teguh Gunarko mengatakan, pengisian sejumlah jabatan kosong akan dilakukan secara bertahap sesuai instruksi Bupati Mojokerto.
"Pengisian jabatan khususnya eselon III berjumlah 41, dan satu eselon IIB sebagai Direktur RSUD Prof dr Soekandar," kata Teguh, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, pengisian jabatan Camat dan Kabag/ Kabid menjadi prioritas utama.
Ini menyusul 2 Camat yang dipromosikan menjadi Kepala OPD melalui Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama 2025, yaitu Amsar Azhari Siregar dilantik Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Mojokerto yang sebelumnya menjabat Camat Pungging.
Kemudian, Nalurita Priswiandini dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebelumnya menjabat Camat Puri.
Saat ini tercatat 8 jabatan Camat kosong atau diisi Plt (Pelaksana Tugas) di antaranya Camat Pungging, Camat Puri, Camat Mojoanyar, Camat Mojosari, Camat Kutorejo, Camat Trawas, Camat Gedeg, Camat Kemlagi. Mayoritas jabatan Plt Camat diisi oleh Sekretaris Kecamatan di wilayah setempat.
Pengisian jabatan juga menyasar 3 Kepala Bagian (Kabag), meliputi Kabag Umum dan Kabag Prokopim yang memasuki masa pensiun.
Selanjutnya, kekosongan Kabag PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa) yang sebelumnya dijabat Yuni Laili Faizah. Ia dipromosikan menduduki jabatan definitif Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto.
"Pengisian jabatan lainnya seperti sekertaris dinas OPD, sekretaris Camat dan Kepala Bidang di OPD tersebut," ujar Sekdakab Teguh.
Teguh menyebut, dirinya memastikan pelayanan publik tetap optimal meski terjadi kekosongan sejumlah jabatan.
Penataan pejabat di lingkup Pemkab Mojokerto perlu dilakukan segera, lantaran banyak yang merangkap jabatan sehingga beban kerja semakin bertambah.
"Kekosongan Camat maupun Kabag di sejumlah ODP tidak mempengaruhi kinerja, program kerja tetap jalan terhadap pelayanan masyarakat," tukasnya.
Sebelumnya, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) mengungkapkan, mutasi pejabat Pemkab Mojokerto masih terus berlanjut untuk mengisi sejumlah jabatan kosong tersebut.
"Kepala dinas (3 OPD) sudah terisi semua, kita akan fokus penataan jabatan lainnya (Fungsional). Untuk jabatan Camat, Kabag/ Kabid yang kosong akan diisi secara bertahap dan secepatnya," pungkas Gus Barra.