TRIBUNCIREBON.COM - Yanti adalah anggota keluarga Florencia Lolita Wibisono, pramugari ATR yang kini nasibnya belum diketahui.
Florencia satu dari dua pramugari ATR yang pesawatnya jatuh di Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan kemarin.
Ada 10 penumpang pesawat yang beranfkat dari Yogyakarta menuju Makassar Sulawesi Selatan itu.
Tim SAR menjelaskan pagi tadi baru satu jenazah yang ditemukan.
Faktor cuaca buruk penyebab Tim SAR kesulitan mengevakuasi korban.
Rencana menikah dengan pilot
Menurut Yanti Florencia diketahui telah memiliki rencana untuk menikah.
“Kami dengar sudah ada rencana menikah, tapi belum tahu kapan. Rencananya secepatnya,” ujar Yanti.
Calon pasangan Florencia atau Ollen, sapaan akrabnya, diketahui berprofesi sebagai seorang pilot di salah satu maskapai penerbangan.
Meski demikian, pihak keluarga hingga kini masih menunggu perkembangan informasi resmi terkait keberadaan Ollen, seiring proses pencarian yang masih berlangsung.
“Kami tetap berharap Ollen bisa segera ditemukan,” ucap Yanti.
Baca juga: KNKT Lakukan Investigasi Penyebab Pesawat Mendarat di Sawah di Karawang
Sosok Florencia
Florencia Lolita Wibisono saat ini berusia 32 tahun.
Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.
Pengalaman 14 Tahun di Dunia Penerbangan, Florencia Wibisono Baru 3 Bulan Bertugas di ATR 42-50
Sosok Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang mengalami insiden jatuh, dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia penerbangan.
Sebelumnya Jadi Pramugari Lion Air
Florencia atau Ollen diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport.
“Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos anggota keluarga Florencia.
Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.
“Kurang lebih 14 tahun dia di Lion Air,” ungkap Ramos.
Tak hanya berpengalaman sebagai pramugari, Ollen juga dipercaya menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung.
Perannya kerap dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan kru junior.
“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” sambungnya.
Hingga kini, pihak keluarga masih menantikan informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan pencarian dan penanganan insiden pesawat tersebut.