2 hari Mengugsi di Rusun Embrio, Warga Korban Banjir Semper Barat Jakut Mulai Keluhkan Penyakit
January 19, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Warga Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, masih bertahan di pengungsian Rusun Embrio Semper Barat hingga Senin (19/1/2026), setelah rumah mereka terendam banjir sejak Minggu (18/1/2026).

Dampak banjir tersebut memicu munculnya berbagai penyakit, terutama pada anak-anak dan lanjut usia.

Untuk menangani kondisi kesehatan pengungsi, Kesdam Jaya membuka posko kesehatan di lokasi pengungsian.

Wakil Komandan Denkeslap Kesdam Jaya Mayor Ckm Kuat Triyono mengatakan, posko tersebut mulai beroperasi pada Senin pagi.

"Kebetulan hari ini kita baru melaksanakan aksi. Kami menangani penyakit yang dialami warga sekitar sini, kebanyakan flu, batuk pilek, ISPA, dan penyakit kulit," kata Triyono di lokasi.

Ia menyebutkan, hingga siang hari pihaknya telah melayani sekitar 50 orang dewasa dan 50 anak-anak.

Penanganan diprioritaskan untuk orang dewasa terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan kepada anak-anak.

"Keluhan warga langsung kita berikan obat. Kebetulan di sini ada dua dokter, satu dokter militer dan satu dokter PNS dari Polres Jakarta Utara," ujarnya.

Ke depan, Kesdam Jaya akan menyiagakan satu tim kesehatan lengkap dengan satu unit ambulans.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi apabila ada warga yang membutuhkan evakuasi ke rumah sakit terdekat.

"Apabila terjadi sesuatu dan warga perlu dievakuasi, kita siap evakuasi ke rumah sakit terdekat," jelasnya.

Salah satu warga pengungsi, Siti Maysaroh (35), mengaku terpaksa membawa anaknya, Nurul (6), ke posko kesehatan karena mengalami demam dan diare setelah dua hari berada di pengungsian.

Ia menuturkan, rumahnya di RW 04 Semper Barat masih tergenang banjir meski air sudah mulai surut.

Air bahkan sempat masuk ke seluruh bagian rumah sejak Minggu dini hari sekitar pukul 3.30 WIB.

"Masih banjir, tapi sudah agak surut. Air masuk ke dalam rumah semua," ungkapnya.

Siti juga mengaku sudah dua kali mengungsi akibat banjir dalam bulan Januari ini.

Selama mengungsi, kebutuhan makan dan mandi dibantu oleh petugas.

Akibat banjir tersebut, aktivitas anaknya pun terganggu.

Nurul yang belum bersekolah tidak bisa beraktivitas seperti biasa karena kondisi rumah yang masih terendam.

"Kalau rumah masih parah, ya enggak bisa ngapa-ngapain," pungkas Siti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.