Gibran Anggap Sepele Candaan Pandji, Lebih Parah Diroasting Coki-Muslim Saat Anaknya Baru Lahiran
January 19, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menganggap sepele saat di-roasting oleh Komika Pandji Pragiwaksono di show Mens Rea yang tayang di Netflix. 

Malahan, ia menyebut candaan itu tidak ada apa-apanya ketimbang candaan duo komika Coki Pardede dan Tretan Muslim. 

Bagi Gibran, candaan Coki-Muslim jauh lebih parah. 

Hal itu terungkap ketika Gibran berbincang santai dengan Coki dan Muslim yang tayang di channel YouTube TretanUniverse pada Minggu (18/1/2026). 

Gibran awalnya memberikan ucapan selamat kepada Pandji lantaran Mens Rea sempat berada di puncak teratas di Netflix Indonesia. 

Acara itu pun mengalahkan serial populer seperti Jujutsu Kaisen dan Stranger Things. 

"Kita ucapkan selamat ke bang Pandji ya, Mens Rea nomor 1 di Netflix. Ngalahin Jujutsu Kaisen, ngalahin Stranger Things. Ikut bangga," katanya. 

Coki kemudian menyinggung mengenai kontroversi yang muncul belakangan ini terkait Mens Rea.

Pandji, kata Coki, sempat menyinggung fisik Gibran di acara tersebut. 

Merespons pertanyaan Coki, Gibran justru bersikap santai.

"Tapi banyak yang ramai itu mas, banyak yang ramai tuh katanya di Mens Rea menghina fisik. Salah satunya fisik Mas Gibran," kata Coki ke Gibran.

"Ya enggak apa-apa, buat lucu-lucuan aja. Santai," balas Gibran. 

 Tretan Muslim ikut menimpali soal candaan tersebut. 

"Dibilang ngantuk," ujar Tretan.

"Ya enggak apa-apa, santai," jawab Gibran kembali. 

Tretan pun bertanya dengan bercanda kepada Gibran apakah dirinya memang sebenarnya kerap mengantuk. 

"Tapi, mas ngantuk enggak?" tanyanya lagi. 

Gibran menjelaskan bahwa bentuk matanya memang seperti itu sejak lahir. 

"Ya, dari lahir bentuk matanya seperti ini. Mau gimana lagi," ucapnya. 

Dibandingkan dengan Candaan Coki-Muslim

Dalam perbincangan santai itu, Gibran justru membandingkan roasting yang dilakukan Coki-Muslim terhadap dirinya. 

Ia menyebut kedua orang tersebut lebih parah dibanding Pandji. 

Gibran mengenang kembali pengalaman saat anak keduanya baru lahir. 

Pada siang hari, ia menemani proses persalinan, tetapi malam harinya sudah diroasting oleh Coki-Muslim. 

"Saya masih ingat itu anak kedua saya lahir itu ya. Siang lahir, malemnya saya di-roasting. Acaranya MLI (Majelis Lucu Indonesia). Anak saya baru lahir, malamnya kalian roasting," katanya.

Menurutnya, candaan mereka lebih pedas ketimbang Pandji. 

Namun, ia tidak marah dengan candaan keduanya. 

"Iya lebih parah dari Pandji. Tapi enggak apa-apa sih. Lucu-lucuan untuk menghibur orang lah," pungkasnya.  

Dibela Tompi

Dokter sekaligus musisi ternama dr Tompi sempat merespons soal polemik candaan fisik yang dilontarkan komika Pandji Pragiwaksono kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam special show Mens Rea. 

Tompi menegaskan bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang bukan lah joke yang sehat dan cerdas. 

Dalam pernyataannya, dr Tompi menjelaskan bahwa apa yang dialami seseorang dengan tampilan "mengantuk", seperti yang dialami Gibran pada matanya, itu disebut PTOSIS. 

Kondisi tersebut bisa bersifat bawaan dan tidak semestinya dijadikan bahan lelucon. 

DITUDING TERMUL - Musisi ternama dr Tompi membalas komentar netizen yang menudingnya sebagai Termul dalam bahasa Aceh.
DITUDING TERMUL - Musisi ternama dr Tompi membalas komentar netizen yang menudingnya sebagai Termul dalam bahasa Aceh. (Instagram Pandji Pragiwaksono dan Helmy Yahya Bicara)

"Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Apa yang terlihat "mengantuk" pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," kata Tompi seperti dikutip dari Instagramnya. 

Ia menegaskan ruang publik tetap terbuka untuk kritik, satire dan humor. 

Akan tetapi, ia menilai merendahkan kondisi tubuh seseorang justru menunjukkan kemalasan berpikir. 

"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir. Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya," katanya. 

Tetap apresiasi

Kendati melontarkan kritik, Tompi tetap mengapresiasi keseluruhan materi Pandji dalam Mens Rea. 

Ia mengaku telah menonton special show Pandji dan menilai materi Pandji banyak benarnya. 

"Btw sy nonton shownya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya," pungkasnya.

Berita terkait

  • Baca juga: Gibran Di-roasting Ngantuk di Konten Coki-Tretan, Pandji Ikut Respons: Dia Santai, Pendukungnya Gak
  • Baca juga: Miing Bela Pandji Soal Mens Rea, Irma Suryani Nilai Tudingan ke Prabowo Penculik Kebablasan
  • Baca juga: Pandji Dilaporkan Polisi Gara-gara Humor, Alissa Wahid Singgung soal Kemunduran Demokrasi
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.