Banjir Surut, Waspada Jalan Berlubang di Sekitar Pademangan Jakarta Utara
Satrio Sarwo Trengginas January 19, 2026 09:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Banjir yang sempat menggenangi Jalan Lodan Raya, Pademangan, Jakarta Utara, telah surut pada Senin (19/1/2026) siang.

Namun, kondisi jalan pascabanjir justru membuat pengendara khawatir karena banyaknya lubang yang tergenang air dan membahayakan keselamatan.

Pantauan di lokasi, sejumlah lubang dengan kedalaman bervariasi terlihat di sepanjang Jalan Lodan Raya.

Lubang-lubang tersebut sebagian masih tertutup genangan air sehingga sulit terlihat, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Selly, salah seorang pengendara motor, mengaku khawatir melintas di jalur tersebut.

Menurutnya, kerusakan jalan akibat banjir berpotensi memicu kecelakaan, apalagi jika hujan kembali turun."Iya habis banjir jalannya pada berlubang, kan membahayakan. Jadi khawatir, kalau bisa cepat diperbaiki. Soalnya kan kalau nanti ada genangan atau banjir lagi, itu lubang-lubangnya nggak kelihatan, tertutup air, jadi bahaya," ujar Selly.

Untuk mencegah kecelakaan, petugas dari Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara melakukan penanganan sementara dengan menutup lubang-lubang jalan menggunakan paving block.

Langkah ini dipilih karena kondisi cuaca yang masih sering hujan.

Petugas Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Hendro menjelaskan, penggunaan aspal sementara atau cold mix dinilai kurang efektif karena mudah terkelupas saat terkena air.

"Kalau kemarin-kemarin kan pakai cold mix suka berlubang lagi, jadi ini pakai paving block. Itu kan kalau kena air langsung rontok lagi, hilang lagi, kalau pakai kayak gini kan awet. Ini pencegahan sementara dulu pakai paving block," kata Hendro.

Ia menambahkan, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di Jalan Lodan Raya, tetapi juga di beberapa ruas lain seperti Jalan R. E. Martadinata dan Jalan Gunung Sahari.

Dari pendataan sementara, terdapat sedikitnya lima lubang yang dinilai cukup berbahaya.

"Yang bahaya-bahaya ada lima lubang, kedalaman bervariasi ada yang 20 sentimeter, 30 sentimeter. Ini sementara karena masih musim hujan, kalau sudah enggak kan nanti pakai aspal," ujarnya.

Para pengendara berharap perbaikan permanen segera dilakukan setelah musim hujan berakhir agar aktivitas lalu lintas kembali aman dan lancar.

Berita terkait

  • Baca juga: 2 hari Mengugsi di Rusun Embrio, Warga Korban Banjir Semper Barat Jakut Mulai Keluhkan Penyakit
  • Baca juga: Banjir Rendam Semper Barat Jakarta Utara Sampai Hari Ini, Warga Mengungsi ke Rusun Embrio
  • Baca juga: Banjir Jakarta Sudah Surut, Kerja Cepat Petugas Saluran Dikeruk dan Ratusan Pompa Dikerahkan
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.