Kebijakan Trump Bayangi Piala Dunia 2026, FIFA Hanya Imbau Urus Visa
January 19, 2026 09:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Organisasi Sepak Bola Dunia (FIFA) buka suara terkait kebijakan luar negeri Amerika Serikat menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.

Namun, tanggapan tersebut dinilai belum memberikan kepastian bagi para penonton yang terancam gagal menyaksikan pertandingan secara langsung.

Dalam pernyataannya, FIFA tidak menjelaskan langkah konkret untuk menjamin para pemegang tiket dapat masuk ke Amerika Serikat. FIFA hanya mengimbau agar para penggemar segera mengurus visa sedini mungkin guna menghindari kendala di kemudian hari.

FIFA baru bisa menjanjikan para pemegang tiket akan bisa terpilih dalam program FIFA PASS atau FIFA Priority Appointment Scheduling System.

FIFA PASS bertujuan untuk mempermudah para pemegang tiket mendapatkan hak-hak mereka untuk menonton langsung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Namun pada saat yang sama tak ada jaminan pasti dari FIFA bahwa para pemegang tiket itu akan langsung bisa masuk ke negeri Paman Sam.

"Tiket pertandingan tidak akan menjamin izin akan diberikan dari tuan rumah penyelenggara bagi para penonton. Para penggemar harus mengunjungi situs negara masing-masing untuk mengurus izin masuk Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat," tulis FIFA dalam pernyataannya di laman resminya.

Baca juga: Pelatih Senegal Tolak Pengunduran Sadio Mane Usai Juarai Piala Afrika 2025: Dia Milik Rakyat

"Dengan menimbang segala proses yang diperlukan, FIFA merekomendasikan para penggemar segera mengurus visa sedini mungkin."

"Pemegang tiket Piala Dunia 2026 akan memiliki hak terpilih dalam program yang akan diluncurkan FIFA, yaitu FIFA PASS," sambungnya.

Situasi serba tak pasti ini timbul akibat kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dipimpin Presiden Donald Trump.

Trump menegaskan larangan masuk ke Amerika Serikat bagi warga yang berasal dari 75 negara.

Hal itu didukung juga oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Kristi Noem.

Noem menegaskan Amerika Serikat menutup pintu bagi imigran yang hanya akan menodai perjuangan para pendiri bangsa.

Baca juga: Penyebab 16 Ribu Fans Diduga Batalkan Beli Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Langsung Rapat Darurat

"Saya baru saja bertemu dengan Presiden Trump. Saya merekomendasikan pelarangan penuh kepada negara-negara yang membanjiri kita di sini dengan pembunuh, lintah darat, dan para pecandu narkoba," tulisnya di akun media sosial X.

 "Para bapak banga membangun negara ini dengan darah, keringat, dan semangat kebebasan yang luar biasa. Hal itu bukan untuk disalahgunakan para pendatang untuk kepentingan mereka sendiri," paparnya.

Dari panjangnya daftar negara yang warganya dilarang masuk AS, ada beberapa di antaranya yang termasuk peserta Piala Dunia.

Negara seperti Brasil, Maroko, Uruguay, hingga Pantai Gading menjadi beberapa yang akan terkena imbas itu.

 Pemerintah AS memang sudah memberikan pengecualian kepada para pemain dan staf yang nantinya akan tampil di Piala Dunia 2026 untuk bisa tetap masuk ke negara super power itu.

Namun pengecualian itu tak berlaku bagi para penggemar dari negara yang sama.

Padahal acara olahraga apapun bakal bergantung pada para penggemar yang akan memeriahkan.

Dukungan dari barisan suporter tersebut juga akan menjadi penyemangat tersendiri bagi para pemain yang bertanding di atas lapangan.

Event Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni - 19 Juli 2026 mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.