Pelajar di Jember Ditemukan Tewas di Sungai Tanggul Usai Tiga Hari Pencarian
January 19, 2026 10:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Tim SAR Gabungan menemukan jasad Iqbal Khoirul Anwar (18), seorang pelajar yang dilaporkan hanyut saat berburu biawak di Sungai Tanggul, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (19/1/2026) pukul 01.35 WIB, setelah tiga hari pencarian.

Jasad korban ditemukan mengambang sekitar 950 meter dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut, tepatnya di kawasan Pelawangan Paseban, Desa Paseban, Kecamatan Kencong. Sejak dilaporkan hilang pada Sabtu (17/1/2026), operasi pencarian dilakukan menyusuri aliran sungai hingga area muara.

Koordinator Pos Basarnas Jember, Jefri, mengatakan jenazah pertama kali ditemukan oleh warga bersama pihak keluarga yang sejak awal tidak meninggalkan lokasi pencarian.

“Pada pukul 01.35 WIB, Tim SAR Gabungan menerima laporan bahwa jenazah korban telah ditemukan dan dievakuasi ke rumah duka oleh masyarakat dan pihak keluarga,” ujar Jefri.

Menurutnya, korban ditemukan di radial 157 derajat dari titik awal hanyut, dengan koordinat 8°18'35.98" LS dan 113°18'48" BT. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur selama tiga hari terakhir.

Baca juga: Curi Motor Petani, Pria asal Rambipuji Jember Ditelanjangi dan Dihajar Warga

“Penemuan ini menjadi titik akhir operasi pencarian yang telah dilakukan sejak Sabtu dengan melibatkan berbagai unsur SAR,” katanya.

Usai penemuan korban, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 02.15 WIB dan secara resmi menutup operasi pencarian.

“Operasi SAR kondisi membahayakan manusia dinyatakan selesai. Seluruh unsur dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” tambah Jefri.

Baca juga: Belum Selesai Dikerjakan, Bendungan Sungai Tanggal Jember Senilai Rp 15,5 Miliar Sudah Ambrol

Kendala Pencarian

Dalam proses pencarian, Tim SAR menghadapi sejumlah hambatan, mulai dari terbatasnya jarak pandang akibat banyaknya perahu nelayan yang sandar, hingga keberadaan habitat buaya di aliran sungai. Selain itu, gelombang laut di sekitar muara mencapai 2,4 meter, yang meningkatkan risiko bagi tim di lapangan.

“Dihadapkan kondisi medan yang cukup berbahaya, seluruh unsur SAR tetap berupaya maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” papar Jefri.

Baca juga: Kisah Lana, Anak Kuli Bangunan yang Belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember

Kronologi

Peristiwa tragis ini bermula saat korban bersama 13 rekannya berburu biawak di sekitar Jembatan Merah Putih, muara baru Sungai Tanggul, pada Sabtu siang (17/1/2026). Salah satu biawak yang ditembak jatuh ke sungai, sehingga korban bersama tiga temannya berusaha mengejar hewan tersebut.

“Korban nekat melompat ke sungai meski tidak memiliki kemampuan berenang,” ungkap Jefri.

Sementara tiga rekannya yakni, Adam, Ilham, dan Sandi, berhasil menyelamatkan diri ke daratan. Namun, derasnya arus Sungai Tanggul membuat korban tenggelam dan terseret arus hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.