Palembang vs Raksasa Jawa, Venesia dari Timur Mulai Menantang Dominasi Kota-kota Besar
January 19, 2026 09:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Palembang bukan lagi sekadar kota pempek. Di tahun 2025, ibu kota Sumatera Selatan ini siap menantang dominasi ekonomi kota-kota besar di Pulau Jawa. 

Jika kita membandingkan PDRB Palembang dengan Semarang, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, hingga Malang, terlihat peta kekuatan ekonomi yang menarik.

PDRB harga berlaku (Atas Dasar Harga Berlaku/ADHB) adalah total nilai semua barang dan jasa akhir yang diproduksi di suatu wilayah dalam periode tertentu, dihitung menggunakan harga pasar yang berlaku pada tahun tersebut, mencerminkan kemampuan ekonomi nominal wilayah tanpa penyesuaian inflasi, dan berguna untuk melihat struktur ekonomi.

Berikut perbandingan kekuatan ekonomi 2025 antara Palembang dan lima kota di Pulau Jawa. 

Baca juga: Palembang vs Denpasar: Menakar Kualitas Hidup dan Modernitas Sungai atau Pesona Tradisi Pulau

1. Palembang vs Surabaya

Menatap Sang Raksasa Timur

Surabaya tetap menjadi lawan yang tangguh dengan statusnya sebagai pusat perdagangan Indonesia Timur. 

PDRB Surabaya masih memimpin jauh karena volume industri manufaktur dan jasa pelabuhannya. 

Namun, Palembang yang dijuluki Venesia dari Timur mulai mengejar melalui sektor hilirisasi komoditas dan logistik. 

Jika Surabaya unggul di sektor jasa ritel, Palembang melawan dengan kekuatan energi dan sektor konstruksi yang masif pasca-transformasi infrastruktur besar-besaran.

Dikutip dari data BPS terbaru, PDRB Surbaya pada Triwulan III 2025 mencatatkan Rp 209, 458triliun. 

Sedangkan Palembang baru mencatatkan 57,498 triliun, pada triwulan III 2025.      

2. Palembang vs Bandung

Industri Kreatif melawan Energi

Bandung mungkin unggul dalam balutan industri kreatif, pariwisata, dan teknologi digital. 
Namun secara PDRB angka kasar, Palembang memberikan perlawanan sengit. 

Kekayaan Palembang banyak disokong oleh sektor industri pengolahan skala besar (seperti pupuk dan batubara di daerah penyangga yang bermuara di Palembang) serta belanja infrastruktur yang tinggi. 

Palembang tampil sebagai kota yang "lebih berat" secara industrial dibandingkan Bandung yang lebih "modis" di sektor jasa.

PDRB Bandung pada triwulan III 2025 berhasil mencatatkan 101,167 triliun. 

Sedangkan Palembang baru mencatatkan  Rp 57,498 triliun. 

3. Palembang vs Semarang

Duel Pelabuhan dan Logistik

Ini adalah pertarungan yang paling seimbang. Semarang dan Palembang memiliki kemiripan sebagai kota pelabuhan. 

Di tahun 2025, PDRB Semarang didorong oleh kawasan industri yang mulai padat di Jawa Tengah. 

Namun, Palembang memiliki keunggulan pada pendapatan per kapita yang seringkali lebih tinggi berkat arus uang dari sektor perkebunan dan tambang yang berputar di pusat kota. 
Palembang adalah gerbang ekonomi utama bagi Sumatera bagian selatan, setara dengan posisi Semarang bagi Jawa Tengah.

Kota Semarang mencatatkan PDRB pada triwulan III 2025 sebesar Rp 17, 554 trilium. 

Angka ini jauh capaian PDRB Palembang yakni sebesar Rp 57,498 triliun.

4. Palembang vs Malang

Dominasi Kota Metropolis

Malang memang unggul sebagai kota pendidikan dan pariwisata dengan iklim yang sejuk, namun secara skala ekonomi makro (PDRB), Palembang berada di kelas yang berbeda. 

Sebagai kota metropolitan dengan status pusat pemerintahan provinsi besar, Palembang memiliki perputaran uang yang lebih cepat di sektor perbankan, konstruksi, dan perdagangan besar dibandingkan Malang yang lebih mengandalkan sektor UMKM dan pariwisata lokal.

PDRB Malang pada triwulan III 2025 mencatatkan sebesar Rp 38,129 triliun

5. Palembang vs Yogyakarta

Uang Panas vs Ekonomi Budaya

Yogyakarta memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil berkat pariwisata dan sektor pendidikan. Namun, secara statistik PDRB, Palembang "jauh lebih kaya". 

Angka PDRB Palembang didorong oleh proyek strategis nasional dan industri berat yang tidak dimiliki Yogyakarta. 

Jika Yogyakarta adalah kota yang nyaman dengan pertumbuhan organik, Palembang adalah kota yang agresif dengan arus investasi fisik yang sangat kuat.

PDRB Yogyakarta pada triwulan III 2025 sebesar Rp 13,145 triliun. 

Palembang di tahun 2025 telah menjelma menjadi kekuatan ekonomi yang melampaui Yogyakarta dan Malang, serta mampu bersaing ketat (head-to-head) dengan Semarang dan Bandung. 

Meski masih berada di bawah Surabaya secara volume, Palembang memegang kunci sebagai "Kekuatan Baru dari Barat" yang tidak lagi bisa dipandang sebelah mata oleh kota-kota di Pulau Jawa.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.