Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Puluhan pelaku UMKM, karang taruna, pegiat wisata, hingga mahasiswa Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten, mengikuti pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk menguatkan daya saing usaha lokal, Senin (19/1/2026).
Pelatihan bertema “Building a Local Economic Development With AI” itu digelar lewat kolaborasi Klautentic, Pemerintah Desa Ponggok, dan Ruang Gerak UMKM.
Di lokasi kegiatan, peserta tampak membawa gawai dan laptop. Suasana ruangan sempat riuh saat pemateri memandu praktik mengenal AI, mulai dari cara kerja, pemanfaatan untuk riset pasar, hingga penggunaan untuk kebutuhan visual promosi produk.
CEO Ruang Gerak UMKM sekaligus narasumber, Muhammad Fahrur Rozi, menyebut pelatihan ini dirancang agar pelaku usaha dan anak muda di desa tidak tertinggal menghadapi perubahan pasar.
Baca juga: Bupati Hamenang Dampingi Kepala BNN RI, Kunjungi Desa Ponggok Klaten
“Untuk kegiatan hari ini kita mengedukasi teman-teman baik mahasiswa maupun pelaku usaha untuk mengenal AI," kata Fahrur Rozi.
"Bahwasanya AI ini sangat support untuk berbagai macam kegiatan atau industri, baik untuk pembelajaran maupun untuk kegiatan entrepreneurship,” lanjut Fahrur.
Ia menjelaskan, pemanfaatan AI dapat membantu UMKM melakukan kerja-kerja yang selama ini sulit dilakukan karena keterbatasan sumber daya.
“Di entrepreneurship, kita dimudahkan untuk melakukan riset market pasar, strategi marketingnya harus seperti apa, bagaimana development dan pengembangannya, bahkan dalam segi visual sangat terbantu sekali,” lanjutnya.
Fahrur Rozi menilai, peluang pemanfaatan AI di Klaten masih sangat luas, terutama untuk memperkuat UMKM yang selama ini berjalan dengan tim terbatas.
“Sangat bisa. IA selama kita berkeliling banyak 15 kota dan lebih kita bertemu dengan seribuan pelaku usaha itu sangat-sangat membantu. Karena apa? Kita akan bersaing dengan korporasi yang mempunyai tim banyak, tim marketing, tim finance, tim planning dan sebagainya itu sangat kompleks,” ujarnya.
Ia menekankan, kondisi itu berbeda dengan UMKM yang kerap dikelola secara mandiri.
“Sedangkan UMKM itu enggak punya siapa-siapa dan SDM-nya terbatas. Sehingga IA ini menjadi sebuah solusi alternatif dan sangat praktis dipakai,” katanya.
Menurutnya, rangkaian pelatihan ini tidak berhenti pada pengenalan, tetapi diarahkan agar peserta benar-benar memahami penerapan AI untuk efisiensi kerja.
Baca juga: Wamenkes Dante Resmikan Layanan Bedah Jantung RS Soeradji Klaten, Bupati Hamenang: Warga Makin Sehat
“Sedangkan tool-tool yang dilakukan di Ruang Gerak adalah sangat koheren dan sangat komprehensif ketika digunakan UMKM untuk efisiensi kerja dan kemudian efektivitas, kemudian ketika produktivitas,” ucapnya.
Lebih jauh, Fahrur Rozi menyebut kolaborasi ini ditargetkan memicu perubahan pola pikir masyarakat dalam merespons perkembangan zaman.
“Kolaborasi ini akan menghasilkan sebuah dampak perubahan signifikan terutama di mindset,” katanya.
Ia menilai, kebiasaan yang berjalan monoton berisiko membuat pelaku usaha tertinggal ketika perubahan pasar bergerak cepat.
“Di mindset orang itu kebanyakan kita hanya monoton itu-itu saja, sedangkan perkembangan zaman selalu masif dan bergerak ke depan,” ujar Fahrur Rozi.
Ia mengingatkan, transformasi yang terlambat bisa berujung pada penurunan daya saing, termasuk pada UMKM yang menghadapi disrupsi digital.
“Transformasi yang terlambat menyebabkan semua tertinggal. Kita bisa melihat semua korporasi besar yang berbau retail semua sudah kukut dan beralih ke marketplace. Ini juga terjadi kepada realitanya di UMKM,” katanya.
“UMKM akan selalu menghadapi disrupsi digital dan ketika kita lamban ini akan menghasilkan sesuatu yang namanya keterpurukan ekonomi,” sambungnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diajak melihat peluang AI sebagai sumber pendapatan baru, terutama bagi anak muda yang akrab dengan teknologi.
Baca juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Klaten Diresmikan! Bupati Hamenang Harap Dorong Kesejahteraan Warga
“Dan kemudian untuk mahasiswa ataupun bagi pemuda itu bisa berkesempatan bahwasanya IA bisa mendatangkan cuan, salah satunya dengan melakukan pengembangan berbagai tools yang bisa dimanfaatkan seperti editing foto dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua UMKM Umbul Ponggok Ratnasari Irawati berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal pelaku usaha dan pegiat wisata desa untuk mengikuti perubahan teknologi.
“Harapannya dengan kegiatan ini kita bisa mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Sehingga dengan kemajuan teknologi yang luar biasa tadi bisa bermanfaat dan mendukung kemajuan pariwisata di Desa Ponggok,” kata Ratnasari.
Kegiatan pelatihan AI ini menjadi salah satu langkah Desa Ponggok untuk mendorong UMKM naik kelas, sekaligus menyiapkan pelaku usaha lokal agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di tengah persaingan pasar yang makin digital.
(*)