TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR – Dinamika kepemimpinan di Keuskupan Bogor memasuki babak baru yang penuh makna.
Takhta Suci Vatikan secara resmi mengumumkan pengunduran diri Mgr Paskalis Bruno Syukur, O.F.M. sebagai Uskup Keuskupan Bogor.
Keputusan ini menyusul langkah mengejutkan beliau pada akhir 2024 lalu, di mana ia memilih untuk tidak diangkat menjadi Kardinal demi pendalaman spiritual.
Sebagai langkah cepat untuk menjaga stabilitas gereja, Paus Fransiskus menunjuk Mgr Christophorus Tri Harsono (Uskup Purwokerto) sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Bogor.
Melanjutkan Semangat Ketaatan: Belajar dari Peristiwa 2024
Langkah pengunduran diri ini seolah menjadi kelanjutan dari sikap rendah hati Mgr Paskalis.
Pada Oktober 2024, dunia dikejutkan saat beliau meminta kepada Paus Fransiskus agar namanya tidak dimasukkan dalam daftar Kardinal yang akan dilantik (Konsistori).
Kala itu, Mgr Paskalis memilih untuk terus bertumbuh dalam kehidupan religius sebagai seorang biarawan Fransiskan.
Kini, dengan pengunduran dirinya sebagai Uskup, beliau kembali menunjukkan bahwa jabatan bukanlah prioritas utama, melainkan ketaatan pada panggilan Tuhan.
Pesan Perpisahan yang Menyentuh Hati
Dalam pembacaan surat pengunduran dirinya, Monsinyur Paskalis mengutip ayat dari 2 Timotius 4:7:
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman."
"Di balik setiap keputusan administratif, saya mengimani ada tangan Tuhan yang sedang merajut rencana-Nya," ungkap Mgr Paskalis seperti dikutip dari laman resmi Keuskupan Bogor, Senin (19/1/2026).
Beliau menegaskan bahwa keputusan ini diterima dengan sukacita batin sebagai bentuk janji ketaatannya kepada Takhta Suci.
Masa Transisi di Bawah Mgr Christophorus Tri Harsono
Mgr Christophorus Tri Harsono, yang kini menjabat Administrator Apostolik, menegaskan tugasnya adalah memastikan pelayanan umat tidak terganggu.
Beliau akan menjalankan fungsi kepemimpinan sementara hingga Vatikan menunjuk Uskup definitif yang baru.
Fokus utama masa transisi ini meliputi:
Pengunduran diri ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan sebuah transisi rohani bagi seluruh umat.
Umat diajak untuk terus mendoakan Mgr Paskalis dalam perjalanan spiritual selanjutnya, serta mendukung Mgr Christophorus dalam tugas barunya di Bogor.
Ini adalah satu bab sejarah Keuskupan Bogor yang diwarnai rasa syukur atas dedikasi seorang gembala yang telah setia menabur kasih Tuhan di tengah umat.