TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Bupati Pati Sudewo dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin (19/1/2026).
Namun, pihak KPK belum merinci kasus yang menjerat Sudewo serta siapa saja yang terjaring OTT bersama Sudewo.
Status hukum Sudewo pun hingga saat ini belum diumumkan.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa Camat Jaken Tri Agung Setiawan dan sejumlah kepala desa di wilayahnya diperiksa oleh KPK terkait kasus jual-beli jabatan perangkat desa.
Pemeriksaan tersebut dilakukan di Polsek Sumber, Rembang.
Sementara, Bupati Sudewo diperiksa di Polres Kudus.
Kompleks Kantor Bupati Pati terlihat sepi dan lengang pada Senin siang hingga petang. Di pendopo hanya ada belasan jurnalis yang menunggu kemunculan pejabat daerah untuk diwawancarai.
Mobil dinas Bupati Pati Sudewo, yakni mobil Fortuner putih berpelat nomor K 1 A, terparkir di halaman Pendopo Kabupaten Pati.
Demikian pula kendaraan pribadi Alphard putih K 1032 ZZH, terparkir di dekat tangga salah satu gedung dalam kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati.
Salah satu ajudan mengatakan bahwa Sudewo pergi ke luar kota menaiki kendaraan lain.
Dihubungi TribunJateng.com via pesan WhatsApp, nomor Bupati Pati Sudewo menunjukkan simbol centang satu. Artinya, yang bersangkutan sedang di luar jaringan (luring) atau offline.
TribunJateng.com berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Teguh Widyatmoko.
Salah satu informan di lingkungan Pendopo Kabupaten Pati mengatakan bahwa sang bupati dijemput oleh KPK pada Senin (19/1/2026) dini hari sekita pukul 01.00 WIB.
Namun, ada pula informasi yang beredar bahwa Sudewo terjaring OTT di salah satu hotel di Kudus, kemudian langsung digelandang ke Polres setempat untuk diperiksa.
Sementara, sehari sebelum kabar OTT ini beredar, yakni pada Minggu (18/1/2026), Sudewo terpantau masih melaksanakan agenda resmi pemerintahan daerah.
Pada Minggu pagi, dia memimpin rapat koordinasi internal bersama Forkopimda terkait penanganan bencana banjir di Pati.
Pukul 09.20, Sudewo menggelar konferensi pers di Pendopo Kabupaten Pati.
Dia memaparkan langkah-langkah strategis Pemerintah Kabupaten Pati dalam menangani bencana hidrometeorologi, yakni banjir dan tanah longsor.
Termasuk penetapan Status Tanggap Darurat Bencana yang berlaku sejak 10 Januari 2026.
"Penetapan status ini menjadi dasar hukum dan pedoman operasional agar seluruh unsur pemerintah dapat bergerak lebih cepat, taktis, responsif, serta fokus dalam penanganan bencana secara terorganisasi, terkoordinasi, dan tepat sasaran," kata Sudewo dalam konferensi pers tersebut.
Selanjutnya, Minggu siang sekira pukul 14.00, Sudewo dan jajarannya bertolak ke Kecamatan Dukuhseti untuk menyambangi korban banjir di sana dan menyerahkan bantuan.
Ketua PMI Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati, yang merupakan istri Sudewo, juga mengikuti kegiatan ini.
Salah satu titik yang disambangi Sudewo di Kecamatan Dukuhseti adalah Balai Desa Ngagel yang dijadikan posko pengungsian dan dapur umum bagi korban banjir. Selain itu juga Desa Dukuhseti.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan, telur, dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga terdampak.
Baca juga: Produksi Listrik Terancam, Lumpur dan Sampah di Telaga Menjer Bakal Dikeruk
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati siap menambah bantuan apabila persediaan logistik mulai menipis, termasuk penambahan minyak goreng.
"Bila mana berasnya sudah menipis, telur menipis, mie instan menipis, kami tambahi lagi termasuk minyak goreng,” ujar Sudewo.
Selain penyaluran bantuan langsung, Bupati juga mendorong pembentukan dapur umum di wilayah terdampak banjir.
Pemerintah Kabupaten Pati memastikan dukungan penuh terhadap kebutuhan dapur umum tersebut melalui suplai beras, telur, mi instan, dan minyak goreng.
“Kami sarankan untuk membuat dapur umum, nanti kami suplai. Pokoknya beras akan kami cukupi,” tegasnya.
Warga Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Anwar, mengatakan bahwa rombongan Sudewo tiba di desanya sekira pukul 16.00 sore.
"Ke desa saya jam 4 sore. Sekitar satu jam di sini, kemudian bergeser ke Desa Dukuhseti. Di sana sampai magrib. Setelah itu baru jalan lagi ke arah Tayu (arah Pati kota)," ucap dia.
Sudewo dan rombongan baru meninggalkan wilayah Kecamatan Dukuhseti selepas magrib. (mzk)