TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Key Giffary, Putri Anak Indonesia Pariwisata 2024-2025 asal Sumatera Selatan punya kesibukkan baru di bidang sosial.
Ia menunjukkan bahwa gelar yang disandangnya bukan sekadar simbol prestasi, melainkan pintu untuk menghadirkan aksi nyata.
Key kini aktif terjun sebagai relawan pengajar bagi anak-anak marjinal dan anak-anak pinggir jalan, membawa semangat edukasi sekaligus pembentukan karakter.
"Bagi aku, gelar Putri Anak Indonesia Pariwisata 2023 bukan cuma sekadar mahkota atau selempang," kata Key Giffary dikutip dari Youtube Cumicumicom, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Tanggung Firsta Yufi Amarta Sejak Menyandang Puteri Indonesia 2025
"Tapi ini adalah amanah dan tanggung jawab untuk bisa memberikan kontribusi nyata bagi anak-anak di Indonesia, khususnya di bidang pariwisata dan edukasi,” ujarnya.
Komitmen itu kemudian diwujudkan lewat keterlibatannya dalam organisasi relawan yang fokus membantu anak-anak dengan keterbatasan akses pendidikan formal.
Key tak ragu turun langsung ke lapangan untuk bertemu dan belajar bersama mereka.
“Di luar aktivitas aku sebagai Putri Anak, aku juga aktif bergabung dalam sebuah organisasi relawan. Fokus kami di sana adalah membantu anak-anak marjinal atau anak-anak pinggir jalan," bebernya
"Mereka yang mungkin mereka itu punya keterbatasan akses untuk mendapatkan pendidikan yang layak di sekolah formal. Kami turun langsung untuk bertemu dan belajar bersama mereka,” kata Key.
Keputusan Key untuk menjadi relawan bukan tanpa alasan. Ia memegang prinsip bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi dan sosial.
“Kenapa aku memilih untuk membantu anak-anak di pinggir jalan? Karena aku sangat percaya kalau pendidikan itu adalah hak segala bangsa dan hak setiap anak, tanpa terkecuali," terangnya.
"Aku nggak mau ada batasan antara anak yang mampu dan anak yang kurang mampu dalam hal belajar. Mereka semua punya potensi dan mereka semua punya mimpi yang harus didukung,” jelas Key.
Dalam aktivitas mengajar, Key tidak hanya berfokus pada kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Ia justru memberi penekanan kuat pada pendidikan karakter.
“Saat mengajar mereka, aku nggak cuma fokus pada materi calistung (baca, tulis, hitung) aja. Tapi yang paling sering aku tekankan kepada mereka adalah soal adab dan etika. Karena bagi aku, setinggi apa pun ilmu kita, kalau kita nggak punya adab itu nggak ada artinya," bebernya.
"Aku pengen anak-anak marjinal ini punya karakter yang kuat dan sopan, supaya mereka bisa dihargai oleh lingkungan sekitarnya,” ucap Key Giffary.
Bagi Key, kepedulian terhadap pendidikan anak juga berkaitan erat dengan masa depan bangsa dan sektor pariwisata yang menjadi bidang gelarnya.
Ia berharap langkah kecil yang dilakukannya dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk ikut bergerak.
“Aku pengen lewat apa yang aku lakukan ini, teman-teman sebaya aku juga tergerak untuk lebih peduli. Aku ingin menunjukkan bahwa menjadi seorang Putri Anak Indonesia Pariwisata itu artinya kita juga harus peduli pada sumber daya manusianya," katanya.
"Kalau anak-anaknya terdidik dan punya karakter yang baik, otomatis masa depan bangsa dan pariwisata kita juga akan jauh lebih maju,” lanjut Key.
Melalui perannya sebagai Putri Anak Indonesia Pariwisata 2023 sekaligus relawan pengajar, Key Giffary membuktikan bahwa prestasi dapat menjadi jembatan untuk pengabdian.
Karir Key juga mendapat dukungan penuh dari sang bunda yang merupakan seorang designer, dan selalu terlibat dalam setiap langkah Key Giffary.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)