Rayakan HUT ke-4, InJourney Fokus 'Lestarikan Indonesia'
GH News January 19, 2026 11:10 PM
Jakarta -

Menyambut usianya yang ke-4, InJourney merayakannya dengan tajuk 'InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia'. Ya, InJourney berkomitmen melanjutkan wisata dan bisnis ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama InJourney Maya Watono dalam jumpa media, Senin (19/1/2026). Maya mengatakan bahwa mereka menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 4.000 Ton CO2.

"Tahun lalu kita tutup 9,8 juta pengunjung di seluruh destinasi kami dan 157 juta penumpang di 37 bandara yang kami kelola. Jadi karbon footprint yang dihasilkan juga sangat banyak. Karena itu tahun ini kami berkomitmen untuk mengurangi karbon emission 4.000 ton CO2," kata Maya.

Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan InJourney yaitu pemasangan panel surya di bandara. Serta juga ada penanaman pohon hingga pengembangan area bakau.

"Saat ini solar panel sudah terpasang di dua bandara utama ya, Bandara Soekarno Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ke depannya pemanfaatan energi surya akan kita perluas ke 37 bandara lainnya," lanjut Maya.

"Lalu, juga pengembangan beberapa area mangrove di Mandalika, Nusa Dua, reverse osmosis di Nusa Dua dan juga penanaman pohon di berbagai aset destinasi ini. Nah, ini kami lakukan untuk dampak nyata pelestarian lingkungan Indonesia," tambah Maya.

Maya juga mengatakan bahwa InJourney juga telah memakai EV dan menerapkan waste management di semua hotel yang mereka kelola.

Tidak hanya fokus pada keberlanjutan, InJourney juga menggeser fokus tak hanya ke kuantitas saja, namun menargetkan kunjungan wisatawan yang berkualitas.

"Nah, ke depannya kami juga ingin meningkatkan tidak hanya secara volume tapi secara kualitas. Kualitas ini sangat penting karena kita ingin juga quality tourism ya, dampak ekonominya besar dan juga impact-nya terhadap environment kita minimize. Nah, dengan dampak ekonomi besar ini spending per pax-nya yang kita harapkan meningkat. Jadi tidak hanya volume tapi value-nya juga meningkat," kata Maya.

Sebagai penutup, Maya mengatakan InJourney akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, sektor swasta hingga media dalam menjaga dan menggaungkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Salah satu komunitas yang digandeng yaitu Pandawara Group.

"Nah, kami melihat memang effort dari teman-teman Pandawara ini luar biasa selama ini untuk Indonesia. Saya rasa ini bukan hanya movement untuk InJourney tapi social movement dan nation movement yang sangat luar biasa, bagaimana kita bisa melestarikan lingkungan dan memberikan yang terbaik untuk generasi mendatang. Kami bekerja sama juga dengan Pandawara Group dari sisi edukasi, awareness lalu juga bagaimana memberikan social and nation impact melalui wisata," tutup Maya.

Syanti Mustika
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.