Dishub Tana Tidung Siapkan Halte Bus di Setiap Desa, Penumpang tak Perlu Berhenti di Titik Akhir
January 19, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) merencanakan pembangunan halte bus di setiap desa sebagai bagian dari peningkatan pelayanan transportasi umum dan keselamatan pengguna jalan.

Saat ini Dishub Tana Tidung sudah membangun satu halte bus yang berada di Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir tidak jauh dari Pelabuhan Sesayap Hilir.

Kepala Dinas Perhubungan Tana Tidung, Arief Prasetiawan, mengatakan halte bus yang telah dibangun di Desa Sesayap Hilir menjadi percontohan untuk pengembangan halte serupa di desa-desa lainnya.

"Halte bus ini kami siapkan sebagai titik singgah transportasi umum. Jadi bus tidak berhenti sembarangan dan masyarakat punya tempat yang jelas, aman, dan representatif untuk menunggu," ujar Arief kepada TribunKaltara.com, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan halte bus tidak hanya diperuntukkan bagi satu kelompok pengguna saja, melainkan seluruh masyarakat yang memanfaatkan angkutan umum.

"Ke depannya halte bus ini bukan hanya untuk anak sekolah, tapi semua moda transportasi umum akan menggunakan halte ini, termasuk bus DAMRI," jelasnya.

Baca juga: Retribusi Parkir di Pasar Imbayud Taka Belum Maksimal, Dishub Tana Tidung Terkendala Personel

Menurut Arief, selama ini masih ada anggapan bus hanya melayani tujuan akhir.

Padahal, sepanjang jalur yang dilalui, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut.

"Selama jalur itu dilewati DAMRI, masyarakat boleh naik dan turun sesuai tujuan. Tarifnya juga berbeda-beda, misalnya dari Sesayap ke Sekatak, ke Betayau, atau ke Tanjung," katanya.

Berdasarkan pantauan TribunKaltara.com, selama ini penumpang DAMRI memang selalu berhenti sesuai titik akhir pemberhentian bus yaitu di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap.

Sehingga penumpang yang sebenarnya hendak pergi ke desa lainnya harus menggunakan kendaraan lanjutan atau dijemput kerabat untuk menunju ke desa tujuan.

Ia menambahkan, rencana pembangunan halte bus juga disiapkan untuk mendukung pengembangan transportasi antardesa di Tana Tidung, mengingat daerah tersebut belum memiliki terminal induk.

"Kita kan belum punya terminal. Kalau nanti jalur ke Tanjung melewati beberapa desa sampai Maning di Kecamatan Betayau, masyarakat tidak perlu lagi ke Tideng Pale, cukup menunggu di halte bus setempat," ungkap Arief.

Halte Bus Sesayap Hilir

Untuk pembangunan halte bus di Desa Sesayap Hilir, Dishub mendapat dukungan dari pemerintah desa melalui penyediaan lahan.

"Lahan itu lahan desa yang dihibahkan ke Dishub, kemudian kami yang membangun. Ini juga merupakan aspirasi dari pemerintah desa dan masyarakat," ujarnya.

Arief menyebutkan pembangunan halte bus tersebut telah dilaksanakan menggunakan anggaran tahun 2025 dan saat ini sudah berfungsi.

"Sudah kami trial dan sudah berjalan. Tinggal nanti pemanfaatannya terus kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait," katanya.

Selain sebagai titik singgah, halte bus juga dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna transportasi umum.

"Halte ini kami desain cukup nyaman, nantinya ada kipas angin dan kemungkinan fasilitas pengisian daya handphone. Jadi masyarakat bisa menunggu dengan aman dan layak," jelasnya.

Ia menegaskan pembangunan halte bus di setiap desa merupakan bentuk dukungan kepala daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik di bidang transportasi.

"Ini merupakan support dari Pak Bupati kepada kami di Dishub untuk menambah pelayanan kepada masyarakat," tutup Arief.

(*)

Penulis : Rismayanti

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.