Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo Masuk Bursa Gubernur BI
January 20, 2026 07:19 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah Juda Agung mengundurkan diri dari jabatannya.

Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI sebagai dasar dimulainya proses pemilihan pimpinan bank sentral yang baru.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa terdapat tiga nama yang diusulkan dalam surpres tersebut, salah satunya adalah Thomas Djiwandono.

Meski demikian, pemerintah belum mengungkap identitas dua kandidat lainnya yang akan bersaing dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Baca juga: Alasan dan Isi Pertemuan Prabowo dengan 1.200 Rektor, Ungkap Potensi Kebocoran Pendapatan Negara

Masuknya nama Thomas menjadi sorotan publik karena rekam jejaknya yang panjang di bidang ekonomi, bisnis, dan politik.

Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan dikenal sebagai politisi Partai Gerindra sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Prasetyo enggan membeberkan siapa dua nama lainnya yang juga diusulkan menjadi Gubernur BI.

"Ada beberapa nama dan yang salah satu nama diusulkan memang Pak Wamenkeu, Pak Tommy (Thomas)" kata Prasetyo, Senin (19/1/2026).

Setelah Surpres diterima, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Gubernur BI.

Baca juga: Rektor Unmul Abdunnur Bongkar Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Perguruan Tinggi se-Indonesia

Rekam Jejak Thomas Djiwandono

Thomas Djiwandono merupakan politisi Gerindra, partai yang didirikan pamannya, Prabowo Subianto.

Ia merupakan keponakan dari Prabowo. Sang ibu, Biantiningsih Miderawati, adalah kakak dari orang nomor satu di Republik Indonesia.

Dikutip dari laman resmi Gerindra, Thomas lahir pada 7 Mei 1972 di Jakarta.

Ayahnya, Soedrajad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur BI yang kini mengajar di Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

Thomas adalah lulusan S1 Bidang Studi Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, AS, tahun 1995.

Setelahnya, ia melanjutkan studi S2 Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies di Washington, AS.

Thomas mengawali kariernya sebagai wartawan magang di majalah Tempo 1993.

Setahun setelahnya, ia menjadi wartawan di Indonesia Business Weekly.

Baca juga: Hadiri Taklimat yang Digelar Presiden Prabowo, Ini Kata Rektor Unmul Samarinda

Dari media, Thomas "balik arah" menjadi analisis di Whetlock Natwest Securities Hong Kong.

Thomas juga pernah berkarier di Castle Asia pada 1999, menjadi konsultan.

Setelahnya, ia bergabung dengan Comexindo Internasional.

Di perusahan itu, Thomas menduduki jabatan sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi CEO, dan CEO.

Ia juga dipercaya menjadi Deputy CEO Arsari Group, perusahaan pamannya, Hashim Djojohadikusumo, pada 2011-2024.

Setelah bergabung dengan Gerindra, Thomas dipercaya menjadi Bendahara partai.

Thomas diketahui pernah maju sebagai caleg di Kalimantan Barat.

Ia memiliki peranan penting ketika Prabowo maju Pilpres 2014 bersama Hatta Rajasa.

Ayah tiga anak ini dipercaya mengurus kebutuhan logistik bagi tim sukses (timses) Prabowo-Hatta yang diberi nama Koalisi  Merah-Putih (KMP).

Di akhir masa jabatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Thomas dilantik menjadi Wamenkeu pada 18 Juli 2024.

Jabatan itu kembali ia emban setelah Prabowo terpilih menjadi Presiden RI dan melantiknya pada 21 Oktober 2024.

Baca juga: UU Protokol dan Posisi Duduk Sultan Kutai yang Disorot Prabowo, Dosen Unmul Singgung Kepekaan

Menkeu Purbaya Mendukung

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif masuknya nama Thomas Djiwandono dalam bursa Gubernur BI.

Purbaya mengatakan, jika Thomas terpilih menjadi Gubernur BI, akan menjadikan pengalamannya bertambah.

"Tanggapan saya gimana? Ya bagus lah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi.""

"Udah di fiskal sekarang, kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung," kata Purbaya di Gedung DPR RI, Senin (19/1/2026).

Meski Purbaya tahu Thomas masuk bursa Gubernur BI, ia mengaku belum menerima informasi mengenai pengganti keponakan Prabowo Subianto itu.

Namun, Purbaya mengklaim mendengar kabar, pengganti Thomas adalah Juda Agung, Gubernur BI yang mengundurkan diri.

Ia pun mengatakan akan bertemu Juda dalam waktu dekat.

"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda, mungkin besok kali. Saya mau lihat niatnya dia apa sih," tegas Purbaya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.