BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pengungsi banjir di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai pulang secara bertahap.
Data media ini, Selasa (20/1/2026), hingga hari ke-19 pada Senin kemarin operasional Posko Peduli Banjir Pondok Pesantren Ubudiyah di Desa Padang, Kecamatan Bati-bati, tercatat sebanyak 260 jiwa dari 88 kepala keluarga (KK) telah kembali ke rumah masing-masing.
Koordinator Posko Peduli Banjir Ponpes Ubudiyah, Muhammad Habibi, mengatakan bahwa selain menyediakan layanan dapur umum selama masa pengungsian, pihak posko juga membekali tiap keluarga pengungsi yang pulang dengan paket sembako sebagai bekal awal sebelum kondisi benar-benar pulih.
“Alhamdulillah, tiap keluarga pengungsi yang sudah bisa kembali ke rumah kami berikan paket sembako. Ini untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar di hari-hari awal setelah pulang,” ujar Habibi.
Baca juga: Berbagi Cerita dengan Relawan Banjir di Balangan Kalsel, Nia Rasakan Trauma dari Gambar Anak-anak
Berdasarkan data posko, dari total pengungsi yang sempat ditangani, kini hanya tersisa 35 jiwa dari 10 KK yang masih bertahan di posko pengungsian.
Seluruh pengungsi yang tersisa berasal dari Desa Benua Raya, Kecamatan Batibati.
Sementara pengungsi dari Desa Kali Besar Kecamatan Kurau telah seluruhnya kembali ke rumah pada Senin kemarin.
Pengungsi yang masih bertahan terdiri dari 20 jiwa dewasa, 2 lansia, 2 balita, 5 anak usia sekolah dasar, dan 6 anak usia sekolah menengah, tanpa adanya bayi di posko.
Meski jumlah pengungsi menurun drastis, Posko Ubudiyah Peduli masih mengoperasikan dapur umum untuk melayani kebutuhan konsumsi para pengungsi yang tersisa hingga kondisi benar-benar aman.
Selama 19 hari operasional, dapur umum Posko Ubudiyah Peduli telah memasak dan menyalurkan total 9.850 porsi konsumsi, serta mendistribusikan 88 paket sembako kepada keluarga pengungsi yang telah kembali ke rumah.
Habibi menegaskan bahwa paket sembako tersebut merupakan bagian dari komitmen posko agar warga tidak hanya selamat selama di pengungsian, tetapi juga memiliki bekal untuk bangkit kembali setelah kembali ke rumah masing-masing.
Baca juga: 1.738,706 Ton Ikan Terapu Banjir, 151 Pembudidaya di Banjar Merugi Rp 4 Miliar
Pihaknya ingin memastikan warga tidak pulang dengan tangan kosong. Bantuan yang diberikan adalah bentuk kepedulian bersama dari para dermawan.
Posko Peduli Banjir Ponpes Ubudiyah pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari instansi pemerintah, organisasi sosial, hingga masyarakat dan para dermawan yang telah berkontribusi selama masa penanganan banjir di Kecamatan Bati-bati.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)