TRIBUNBATAM.id - Kisah pilu seorang pemuda bernama Riswan (22) yang harus memikul beban berat sebagai kepala keluarga serta menghidupi dua adiknya.
Riswan bersama dua adiknya tinggal di gubuk reyot di Kampung Sukatani, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanegara, kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Karena orang tuanya sudah meninggal dunia, Riswan harus mengubur masa mudanya demi menghidupi kedua adiknya.
Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan langsung turun tangan memberikan bantuan kepada Riswan.
Irjen Pol Rudi mengaku salut dengan perjuangan Riswan di tengah keterbatasan ekonomi.
Riswan bertanggung jawab atas dua adiknya itu lantaran kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
“Orang tua meninggal tahun lalu, pertama bapak dulu, sebulan kemudian ibu menyusul,” ucap Riswan, dikutip dari Kompas.com, Senin (19/1/2026).
Riswan membeberkan kisah pilu yang dialaminya ketika kedua orang tuanya meninggal dunia.
Ternyata kehilangan orang tua yang bertubi-tubi itu membuat Riswan nyaris putus asa.
Kendati demikian, Riswan sadar bahwa adik-adiknya masih harus dia hidupi dan kini bergantung kepadanya.
Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia itulah, Riswan menjadi tulang punggung keluarga.
Bekerja Serabutan
Sebagai kakak tertua dan usia Riswan yang masih produktif membuatnya harus bekerja keras meski di tengah keterbatasan pekerjaan yang bisa menerimanya.
Sembari menghidupi adik-adiknya di kampung, Riswan hanya bisa bekerja serabutan sebagai buruh tani.
Dari penghasilannya menjadi buruh tani, Riswan hanya bisa memberikan makan untuk bertahan hidup.
Baca juga: Perjuangan Petugas SPPG Distribusikan MBG ke Sekolah Terdampak Banjir, Terpaksa Angkut Pakai Perahu
Kondisi Rumah Tak Layak Huni
Riswan menceritakan kondisi rumah peninggalan orang tuanya itu yang sudah tak layak huni hingga dianggap sebagai gubuk reyot.
Rumahnya sempat ambruk setelah diterjang hujan lebat akibat cuaca buruk tahunan yang sering terjadi.
Ia tak berdaya untuk memperbaiki rumah yang ditinggali bertiga dengan adik-adiknya itu karena penghasilannya pun tidak mencukupi.
Hidup bertiga bersaudara, di gubuk reyot itu Riswan dan dua adiknya pun tidur berdempetan karena rumahnya itu hanya terdiri dari dua ruang kamar dan satu ruang utama.
Rumahnya tersebut tak memiliki kamar mandi, sehingga sehari-hari Riswan menumpang ke tetangganya.
Dapat Bantuan
Riswan tak menyangka bantuan datang kepadanya.
Ia pun kaget saat mendapat kabar dari Pak RT bahwa ada yang mau memperbaiki gubuk reyotnya tersebut.
“Makanya, waktu pak RT datang ke rumah dan menyampaikan ada yang mau memperbaiki, saya hampir tidak percaya, sedih campur bahagia,” ujar Riswan.
Kebahagiaan Riswan pun bertambah karena tak hanya rumahnya yang diperbaiki, ia juga mendapat bantuan lainnya.
Seperti perabotan, perabotan rumah yang menjadi serba baru.
Bahkan Riswan juga mendapat bantuan berupa sepasang domba jantan dan betina agar bisa diternak dan bisa menghasilkan rezeki lainnya.
Aksi Sosial dan Kemanusiaan Polda Jabar
Diketahui bantuan perbaikan rumah tiga bersaudara yatim piatu di Cianjur itu sebagai aksi sosial dan kemanusiaan dari Polda Jawa Barat (Polda Jabar).
Masih dikutip dari sumber yang sama, rumah yang kini ditempati Riswan bersama dua adiknya itu merupakan bantuan dari Polda Jabar, berkoordinasi dengan Polres Cianjur, Pemkab Cianjur dan komunitas Bagong Mogok.
Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan, menyerahkan langsung kunci rumah baru itu kepada Riswan didampingi kedua adiknya.
Rudi Setiawan berharap rumah tersebut tidak sekadar menjadi tempat berteduh, tetapi juga dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan, serta menjadi harapan baru bagi tiga bersaudara yatim piatu tersebut.
“Dengan kehadiran rumah yang lebih layak ini, kualitas hidup mereka diharapkan dapat meningkat,” ujar Kapolda Jabar tersebut.
Karena itu, selain bantuan berupa rumah tinggal, juga diberikan bantuan hewan ternak berupa sepasang domba jantan dan betina yang dapat dirawat dan dikembangbiakan sebagai sumber penghidupan berkelanjutan.
“Semoga ternak ini dapat berkembang biak dan memberikan manfaat bagi anak-anak ini,” ucapnya.
Riswan yang mendapat bantuan tersebut terharu sembari mengucapkan terima kasih atas bantuan yang didapatkannya.
“Terima kasih sebesar-besarnya, terima kasih,” ujar Riswan terharu.
(TribunBatam.id)