PROHABA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah.
Kali ini, lembaga antirasuah tersebut mengamankan Bupati Pati, Sudewo, pada Senin (19/1/2026) dini hari.
Penangkapan ini sontak menjadi perhatian publik, terlebih dilakukan di tengah kondisi masyarakat Kabupaten Pati yang sedang dilanda banjir di sejumlah titik.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” ujarnya di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.
OTT ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus dugaan korupsi, sekaligus menegaskan komitmen KPK dalam memberantas praktik rasuah di tingkat lokal.
Penangkapan Sudewo mendapat respons beragam dari masyarakat.
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), yang selama ini aktif menyuarakan pemakzulan sang bupati, menyatakan perasaan sedih sekaligus lega.
Baca juga: Demo di Pati Ricuh, 34 Orang Luka, 11 Ditangkap, Bupati Sudewo Ogah Mundur
Koordinator AMPB, Harno, mengungkapkan kesedihannya karena dugaan praktik korupsi terjadi di saat warga Pati sedang berjuang menghadapi banjir.
“Kami sebenarnya sangat bersedih. Karena apa? Saat ini warga Pati sedang dilanda banjir, tetapi praktik-praktik korupsi itu malah terjadi,” ujarnya.
Namun di sisi lain, Harno merasa lega karena OTT KPK menjadi jawaban atas perjuangan AMPB yang berkali-kali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPK di Jakarta.
Mereka menuntut agar Sudewo segera diusut terkait dugaan penerimaan suap.
“Sehingga kabar ini sedikit banyak membuat kami merasa lega.
Tapi perjuangan tidak berhenti di sini,” tegas Harno.
Ia menambahkan bahwa peristiwa ini harus menjadi titik awal untuk membersihkan birokrasi di Kabupaten Pati.
Harapannya, praktik korupsi dapat dijadikan pelajaran agar tidak terulang kembali, sehingga masyarakat dan pemerintah bisa bersama-sama membangun Pati yang lebih baik.
Baca juga: Kasus Korupsi Madiun, Wali Kota Maidi dan 8 Orang Diperiksa Intensif di Gedung KPK
Sementara itu, tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan intensif terhadap Bupati Pati, Sudewo di Mapolres Kudus Senin (19/1/2026).
Lokasi pemeriksaan dipilih karena jaraknya relatif dekat, hanya sekitar 14,5 kilometer dari Kantor Bupati Pati atau hanya kurang dari setengah jam perjalanan darat via Jl Pantura.
Kabupaten Kudus merupakan sebuah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pati di sebelah barat.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, mengonfirmasi bahwa KPK meminjam fasilitas ruang pemeriksaan di Mapolres Kudus, mengutip TribunJateng.com.
“Benar, dari tim KPK telah berkoordinasi dengan Polres Kudus untuk meminjam fasilitas ruang pemeriksaan dalam rangka pemeriksaan Bupati Pati,” ujar Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, Selasa (20/1/2026).
Proses pemeriksaan berlangsung hampir 24 jam, dimulai pukul 03.30 WIB hingga 23.40 WIB.
Sudewo diperiksa seorang diri tanpa didampingi pihak lain.
Terkait barang bukti yang disita maupun lokasi pasti OTT, Kapolres Kudus tidak memberikan keterangan lebih lanjut, dan meminta agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada penyidik KPK," pungkasnya.
Baca juga: OTT KPK Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, KPK Sita Uang Rp 7 Miliar
Baca juga: DJP Nyatakan Kooperatif Usai KPK Lakukan Penggeledahan Terkait Dugaan Suap Pajak
Baca juga: Terpental ke Atas Pohon, Pengendara Sepmor Meninggal usai Tendang Pengendara Lain di Batoh