TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memasuki tahun 2026, arah pembangunan di Jawa Barat dinilai menunjukkan peluang yang menjanjikan, terutama pada sektor ekonomi. Sejumlah indikator mengarah pada potensi pertumbuhan yang lebih sehat, seiring munculnya rencana pembangunan industri baru di berbagai wilayah Jawa Barat sepanjang tahun ini.
Informasi yang berkembang menyebutkan, pada 2026 terdapat puluhan industri yang diproyeksikan siap dibangun di Jawa Barat. Kehadiran industri-industri tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa aktivitas ekonomi daerah bergerak menuju fase yang lebih produktif.
"Merujuk pada data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, industri yang siap dibangun 31 industri merupakan industri modal asing dan 21 industri merupakan industri dalam negeri," ungkap Anggota Komisi 2 DPRD Jabar, Dede Kusdinar, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.
Dede menjelaskan, bertambahnya jumlah industri di Jawa Barat secara langsung akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi daerah. Salah satu efek yang diharapkan adalah peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang bersumber dari kontribusi sektor industri.
Selain mendorong PDRB, kehadiran industri baru juga dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perluasan lapangan kerja menjadi salah satu dampak lanjutan yang diyakini mampu menekan angka pengangguran di Jawa Barat.
Dalam keterangannya yang lain, Dede menilai meluasnya aktivitas industri menjadi penanda bahwa Jawa Barat memiliki daya tarik tinggi bagi investor. Kondisi tersebut mencerminkan iklim usaha yang dinilai prospektif dan kompetitif di tingkat nasional.
Potensi besar itu, menurut Dede, perlu direspons secara konkret oleh pemerintah daerah melalui berbagai langkah strategis. Dari sisi regulasi, pengawasan terhadap perizinan usaha harus dilakukan secara ketat agar seluruh izin yang diterbitkan tetap berada dalam kendali pemerintah daerah.
Ia juga menyoroti pentingnya peran sistem informasi di era digital saat ini. Pemerintah daerah dinilai perlu mengelola sistem informasi yang terintegrasi secara nasional guna memperkuat peran industri dan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif.
Pada bagian lain keterangannya, Dede mengingatkan bahwa Jawa Barat memiliki kekayaan potensi lokal yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Potensi tersebut, menurutnya, dapat menjadi basis kuat bagi pengembangan industri di daerah.
Berangkat dari potensi lokal itu, perencanaan pembangunan yang disusun secara berkala harus dirancang secara menyeluruh dan matang. Dengan perencanaan yang tuntas, upaya pengembangan industri di Jawa Barat, termasuk program, kegiatan, serta fasilitasi pendukung, dapat terjadwal dengan jelas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Dede juga menekankan bahwa seiring dengan bertumbuhnya industri baru, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan SDM agar industri yang berkembang mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar kawasan industri.