Kisah Sadiana, Nenek 65 Tahun Rawat Bayi Yatim di Rumah Reyot, Dapat Bantuan Bupati Polman
January 20, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Bupati Polewali Mandar (Polman) Samsul Mahmud akan memberikan bantuan pribadi kepada lansia bernama Sadiana (65) nenek lanjut usia merawat cucunya bernama Annisa bayi yatim usia tiga bulan, Selasa (20/1/2026).

Bantuan itu berupa pemasangan cincin sumur serta pembangunan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK).

Sadiana bersama cucunya Annisa bayi yatim usia tiga bulan hidup memprihatinkan.

Baca juga: Lirik dan Makna Lagu Mandar Lamba Masara Nyawa: Rindu, Patah Hati dan Pengorbanan

Baca juga: VIRAL! Video Wanita di Mamuju Dianiaya Pacar di Kamar Penginapan, Ini Alasan Tidak Melapor

Serba kekurangan, hidup di rumah reyot tengah sawah di Dusun Lamimmisang, Desa Baru Kecamatan Luyo.

Bupati Polman Samsul Mahmud memastikan akan memberikan bantuan pribadi berupa pemasangan cincin sumur dan fasilitas MCK.

Bantuan itu diharapkan dapat menjamin kebersihan dan kelayakan sumber air agar aman untuk dikonsumsi. 

Selain itu, Bupati juga menaruh perhatian terhadap kondisi rumah keluarga bayi Annisa.

Ia menyatakan akan segera memanggil dinas terkait guna mengupayakan bantuan rumah layak huni melalui program bedah rumah.

"Informasi ini sempat membuat masyarakat terkejut, kami memastikan pemerintah daerah akan segera mengambil langkah konkret dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan,"  ujar Samsul Mahmud.

Disebutkan Pemerintah Kecamatan Luyo telah datang berkunjung ke rumah lansia Sadiana.

Pihak Puskesmas Batupanga, juga turun langsung memastikan kebenaran kondisi air digunakan untuk kebutuhan bayi Anisa.

KISAH BAYI - Bayi tiga bulan di Polewali Mandar terpaksa meminum susu bercampur air sumur keruh akibat keterbatasan ekonomi dan akses air bersih.
KISAH BAYI - Bayi tiga bulan di Polewali Mandar terpaksa meminum susu bercampur air sumur keruh akibat keterbatasan ekonomi dan akses air bersih. (Dokumentasi Pemprov Sulbar/humas pemprov sulbar)

Kunjungan itu dilakukan atas perintah langsung bupati mengecek kebutuhan mendesak untuk disalurkan.

"Kita akan memberikan bantuan berupa pemasangan cincin sumur yang selama ini digunakan keluarga tersebut, serta pembangunan fasilitas MCK," ungkapnya.

Ibu Annisa bernama Jumiati wafat enam hari lalu, sempat dirawat di rumah sakit selama satu bulan.

Kini ia dirawat oleh neneknya Sadiana bersama ayahnya, Derman, bertiga tinggal di rumah panggung reyot.

Posisi rumah Sadiana berjarak sekitar satu kilometer dari pemukiman padat penduduk.

Berada di area persawahan di Dusun Lamimmisang, Desa Baru Kecamatan Luyo, Polman.

Ia tinggal tanpa tetangga, serta jauh dari keramaian warga, dan minim lampu penerangan.

Wartawan Tribun-Sulbar.com, sempat mengunjungi rumah Sadiana, melihat langsung kondisi kesehariannya.

Saat dikunjungi, terdapat beberapa sanak keluarga dari Sadiana berdatangan, karena tahlilan almarhumah Jumiati.

Keluarga sederhana ini sempat viral di sosial media, lantaran Sadiana dikabarkan merawat cucunya serba kekurangan.

Sadiana sudah berusia lanjut merawat Annisa tiap hari diberi susu, airnya dari sumur di bawah rumah.

"Setelah anak saya meninggal karena sakit, saya merawat cucu, memang dua bulan lalu sempat bikin susu pake air sumur," kata Sadiana kepada wartawan.

Sumur sumber air bersih utama Sadiana berada tepat di samping rumah, memang belum dipasangi cincin beton.

Sehingga air sumur itu dapat saja keru jika hujan turun, karena dasar dan dinding sumur masih tanah.

Sadiana mengaku telah menyaring air sumur itu, lalu dimasak hingga mendidih dan digunakan membuat susu.

Cucunya Annisa saat itu tidak memiliki gejala sakit perut atau rewel saat meminum susu.

"Karena di masak airnya, cucu saya tidak perna sakit saat minum susu saat itu," ungkapnya.

Saat ini Sadiana menggunakan air kemasan campurkan susu untuk cucunya ini.

Di rumah reyotnya ini terdapat banyak bantuan air kemasan dan susu kemasan setelah viral.

Sadiana bersama cucunya ini tidur dalam kamar tanpa kasur bayi, hanya kelambu yang dipasang.

Ayah Annisa bernama Derman hanya bekerja sebagai buruh harian Kopra atau kelapa dikeringkan.

Mereka hidup kekurangan, tinggal sederhana merawat cucu, mengandalkan bantuan pemerintah dan komunitas sosial.

Sementara itu, kepala Puskesmas Batupanga Saldy saat dikonfirmasi terpisah mengaku telah datang mengunjungi bayi Annisa

Saldy menyebut kondisi kesehatan Annisa baik-baik saja, tidak ada gejala sakit perut atau semacamnya.

Dia memastikan petugas kesehatan telah datang mendatangi bayi Annisa untuk pemeriksaan kesehatan intensif.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.