TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Malinau Kalimantan Utara mulai memperketat kesiapan sumber daya manusia (SDM), salah satunya wasit yang memimpin pertandingan di Porprov Kaltara harus memiliki sertifikasi.
Untuk wasit yang telah memiliki sertifikasi adalah cabang olahraga (cabang) karate. Diketahui awal tahun 2026 wasit cabor karate telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan setifikasi. Kini giliran cabor aquatik yang akan melakukan pelatihan wasit yang sama dengan cabor karate untuk mendapatkan sertifikasi wasit.
Ketua Umum KONI Malinau, Ernes Silvanus menyampaikan, kebijakan anggaran tahun ini memang difokuskan untuk menunjang legalitas tenaga teknis di tiap Pengurus Cabang (Pengcap) olahraga.
"Target KONI Malinau dan Pemerintah Daerah saat ini selain operasional Pengcab, kita arahkan kepada sertifikasi atlet, pelatih, dan wasit," ujar Ernes Silvanus saat ditemui di Malinau, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Beri Pelatihan Calon Wasit Karate di Porprov Kaltara, Forki Malinau Hadirkan Mentor Elit Kelas Dunia
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Malinau ini menjelaskan, keberadaan wasit berlisensi sangat krusial mengingat Malinau telah memiliki infrastruktur renang yang memadai.
Minat peserta dalam pelatihan wasit kali ini tergolong tinggi, melampaui kuota awal yang disediakan panitia.
"Harapan kami dari pelatihan ini didapatkan tenaga bersertifikat yang punya potensi. Awalnya kuota hanya 20 orang, tapi yang mendaftar sampai 35 orang," katanya.
Mengenai mekanisme anggaran, Ernes Silvanus menyebutkan seluruh pendanaan bersumber dari hibah Pemerintah Kabupaten Malinau yang disalurkan melalui KONI Malinau.
Nantinya, KONI Malinau menghibahkan kembali anggaran tersebut kepada masing-masing Pengcap sesuai kebutuhan teknis dan rekomendasi Pengurus Provinsi (Pengprov).
(*)
Penulis : Mohammad Supri