TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Volume timbunan sampah di Kabupaten Kediri sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai sekitar 41 ribu ton.
Dari jumlah tersebut, sampah organik masih menjadi jenis yang paling mendominasi dengan persentase sekitar 60 persen.
Sementara untuk sisanya berupa sampah nonorganik seperti plastik, kertas dan material lainnya.
Dominasi sampah organik ini menjadi catatan tersendiri bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
Sampah organik tersebut sebagian besar berasal dari aktivitas rumah tangga, pasar tradisional, serta kawasan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Kediri Arman Fuadi, mengungkapkan bahwa komposisi sampah yang masuk ke tempat pembuangan masih didominasi oleh sisa makanan, dedaunan, dan limbah dapur.
"Jenis sampah yang paling menonjol tetap sampah organik, kurang lebih sekitar 60 persen dari total timbunan," katanya, Selasa (20/1/2026).
Arman menjelaskan dari sisi wilayah penyumbang sampah terbanyak, DLH sebelumnya melakukan penimbangan di masing-masing Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Namun, seiring keterbatasan sarana dan prasarana, kini data tersebut digabungkan dalam satu rekapitulasi.
"Secara umum, wilayah sekitar Simpang Lima Gumul, terutama ibu kota kecamatan menjadi penyumbang sampah terbesar karena aktivitas masyarakatnya memang cukup tinggi," jelasnya.
Baca juga: LP Blitar Panen Sayur dan Jagung Warga Binaan, Sebagian Hasil untuk Korban Bencana Sumatra
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, volume sampah di Kabupaten Kediri menunjukkan tren peningkatan.
Pada tahun 2024, total timbunan sampah tercatat berada di kisaran 36 ribu ton, sehingga terjadi kenaikan sekitar 5 ribu ton dalam setahun.
Untuk menekan laju pertambahan sampah tersebut, DLH Kabupaten Kediri terus menggencarkan berbagai upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Program ini dilakukan secara rutin setiap tahun agar kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya semakin meningkat.
"Kami lakukan mulai dari sosialisasi pengurangan dan pemanfaatan sampah, bimbingan teknis calon pengelola TPS 3R, sampai workshop peningkatan kapasitas pengelola sampah," paparnya.
Tak hanya itu, DLH juga memanfaatkan berbagai momentum peringatan hari lingkungan hidup untuk mengajak masyarakat terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan tersebut meliputi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Hari Lingkungan Hidup, World Cleanup Day, hingga gerakan bersih-bersih lingkungan dan penanaman pohon.
Baca juga: Balai Kota Madiun Lengang Pasca Wali Kota Maidi Terjaring OTT KPK
Menurut Arman, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah, mengingat sebagian besar sampah berasal dari aktivitas sehari-hari warga.
"Di setiap kegiatan itu, kami selalu mengajak masyarakat berpartisipasi aktif agar lingkungan tetap bersih, asri dan sehat," pungkasnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik