Sosok Franky D Tanamal, Penumpang yang Batal Naik ATR 42-500 Sebelum Jatuh di Gunung Bulusaraung
January 20, 2026 02:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama Franky D Tanamal mendadak menjadi sorotan warganet usai tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

Franky sempat dikabarkan sebagai salah satu penumpang pesawat nahas tersebut.

Namanya bahkan tercantum dalam daftar kru penerbangan.

Namun belakangan diketahui, Franky D Tanamal selamat karena batal ikut penerbangan itu.

Franky merupakan teknisi maskapai Indonesia Air Transport (IAT).

Dalam rencana awal, ia dijadwalkan menjadi bagian dari kru pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT.

Baca juga: 7 Mantan Pacar Aurelie Moeremans Sebelum Dinikahi Tyler Bigenho, Termasuk Marcello Tahitoe

Keputusan untuk tidak ikut terbang diambil Franky karena memilih menghadiri ibadah pagi di gereja.

Kisah tersebut pertama kali dibagikan oleh sahabatnya, Rumoton Sitanggang, melalui akun Facebook Gemilang Jaya Ban.

Unggahan itu pun viral dan mengundang perhatian publik.

PESAWAT JATUH -  Franky D Tanamal crew pesawat ATR 42-500. Franky D Tanamal batal berangkat menggunakan pesawat  ATR 42-500.
PESAWAT JATUH - Franky D Tanamal crew pesawat ATR 42-500. Franky D Tanamal batal berangkat menggunakan pesawat ATR 42-500. (Tribun Timur/Facebook Gemilang Jaya Ban)

Menurut cerita Rumoton, Franky awalnya tercatat sebagai salah satu dari delapan kru pesawat.

Namun ia kemudian meminta izin kepada komandannya untuk tidak ikut penerbangan lantaran memiliki tugas pelayanan di gereja.

Keputusan sederhana itu justru menjadi penyelamat nyawanya.

Rumoton juga menegaskan bahwa pesawat ATR 42-500 dalam kondisi layak terbang saat lepas landas.

Baca juga: 7 Pria Mantan Pacar Aurelie Moeremans: Roby Tremonti, Marcello Tahitoe hingga Giorgino Abraham

Ia menyebut kecelakaan tersebut terjadi murni karena musibah, bukan akibat kelalaian teknis.

Berdasarkan dokumen awal penerbangan, pesawat ATR 42-500 tercatat membawa delapan kru dan tiga penumpang.

Namun setelah dilakukan verifikasi melalui manifes final, jumlah Persons on Board (POB) dikoreksi menjadi 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.

Berikut daftar kru dan penumpang dalam penerbangan tersebut:

PESAWAT JATUH - Pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT Indonesia Air Transport.
PESAWAT JATUH - Pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT Indonesia Air Transport. (Dok./Flickr/tomorixwb)

Kru Pesawat

Capt. Andi Dahananto – Pilot

Yudha Mahardika – Kopilot

Sukardi – Kopilot cadangan

Hariadi – Pengawas operasi penerbangan

Junadi – Teknisi pesawat

Florencia Lolita – Pramugari / awak kabin

Esther Aprilita S – Pramugari / awak kabin

Penumpang

Ferry Irawan – Analis Kapal Pengawas

Deden Mulyana – Pengelola Barang Milik Negara

Yoga Naufal – Operator Foto Udara

Sementara itu, Basarnas Makassar sebelumnya telah mengoreksi jumlah POB sesuai manifes akhir.

Dalam perkembangan terbaru, dua korban telah ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung pada kedalaman sekitar 200 hingga 500 meter dari puncak.

Proses evakuasi sendiri berlangsung tidak mudah.

Cuaca buruk dan medan terjal menjadi kendala utama tim SAR gabungan.

Operasi pencarian dilakukan melalui jalur udara dan darat, sembari menunggu kondisi cuaca yang dinilai aman.

Hingga kini, proses evakuasi dan identifikasi korban masih terus berlangsung.

(Tribunnewsmaker.com/Candra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.