BANJARMASINPOST.CO.ID, TARAKAN - Seekor buaya tiba-tiba saja naik ke darat dan menerkam seorang warga bernama Theresia yang tengah beraktivitas di di Waduk Persemaian, Kota Tarakan, Kalimantan Utara ( Kaltara ) pada Senin (19/1/2026) sore.
Predator air itu, sempat menyerat tubuh wanita 61 tahun itu ke air. Namun, sebelum sempat benar-benar masuk ke air, ia diselamatkan oleh pemancing di sekitar lokasi.
Pasca serangan buaya, hingga kini Theresia masih dalam perawatan medis di rumah sakit umum Tarakan akibat luka di bagian paha yang dialaminya.
Rinsa Sambo, anak korban menuturkan sang ibu masih ditangani sampai saat ini.
Ia juga mengungkapkan berdasarkan penuturan sang ibunda, bagaimana sang ibunda selamat dari terkaman dan cengkraman predator tersebut.
Baca juga: Tewas Diserang Buaya, Pria di Kutim Kaltim Sempat Teriak Minta Tolong, Rekan Panik Ketakutan
Rinsa Sambo mengungkapkan, keseharian sang ibu, bertani dan memelihara ternak.
Sore itu, seperti biasanya, Theresia pergi mencari rumput.
Mencari rumput tak setiap hari. Kurang lebih 3- 4 hari, setiap rumput habis, Theresia akan mencari rumput di sekitar Embung Persamaian.
Lokasi tempatnya mengambil rumput pun disebut berjarak sekitar dua hingga tiga meter dari bibir air di waduk.
Namun tanpa diduga, seekor buaya besar tiba-tiba meloncat dan menerkam tubuh Theresia.
“Buayanya lompat sampai naik ke darat, lalu terkam mama dan seret ke bawah air,” tutur Rinsa.
Theresia sempat terseret masuk ke dalam embung.
Tubuhnya hampir sepenuhnya berada di dalam air.
Dalam kondisi panik dan kesakitan, ia berteriak sekuat tenaga, berharap ada yang mendengar.
Jeritan itu rupanya didengar seorang pemancing yang berada tak jauh dari lokasi.
Mendengar teriakan tersebut dan tanpa ragu, melompat ke air untuk menolong korban
Tak lama berselang, beberapa polisi calon siswa (casis) yang sedang jogging di sekitar area itu datang membantu.
“Mama sempat melawan. Buayanya juga masih melawan waktu ditarik. Tapi puji Tuhan, mama bisa ditarik ke atas,” kata Rinsa.
Akibat serangan tersebut, Theresia mengalami luka serius.
Bagian paha kanan robek diduga akibat gigitan buaya. Sementara betis dan lutut ke bawah diduga mengalami dislokasi.
“Saya cuma lihat sekilas, nggak sanggup lihat detail.
Paha kanan robek, betis bawah dislokasi,” ucap Rinsa lirih.
Dulu tak ada buaya
Rinsa juga mengungkapkan bahwa kawasan Waduk Persemian sejatinya bukan habitat alami buaya.
Sejak kecil hingga dewasa, ia mengenal lokasi itu sebagai tempat yang aman bagi warga untuk beraktivitas.
Dulunya tak pernah ada buaya di sana.
“Buaya itu bukan asli di situ. Dulu nggak ada," ungkapnya.
Ditanya asal muasal buaya, ia tak bisa membenarkan dan juga tak ingin berspekulasi.
Apakah karena lepas dari penangkaran, ataukah asalnya dari luar masuk ke sungai.
Ia tak bisa memastikan kebenarannya. Rinsa bilang, warga sekitar sebenarnya sudah beberapa kali melihat kemunculan buaya di embung tersebut.
Bahkan jumlahnya disebut tidak hanya satu atau dua ekor.
“Kalau dikuras itu embung, banyak buayanya. Yang besar kadang naik ke atas, kadang ke bawah karena saling terhubung,” katanya.
Meski begitu, sang ibu lanjutnya memang tak pernah melihat secara langsung buaya di sana.
Baca juga: Buaya Pulau Ubi Batakan Tanahlaut Gigit Paha Remaja Pencari Ikan, Korban Dilarikan ke RSUD Boejasin
Sehingga aktivitas ambil rumput dilakukan. Jaraknya juga masih jauh dari permukaan air waduk.
Namun ibunya tak pernah menyangka bahaya mengintai begitu dekat.
Aktivitas mencari rumput di lokasi itu sudah dilakukannya bertahun-tahun demi memberi makan ternak keluarga.
“Kalau mama tahu ada buaya sebesar itu, mana berani dia mendekat,” ujar Rinsa.
Kini, Theresia Padang masih menjalani perawatan intensif.
Keluarga hanya bisa berharap sang ibu segera pulih dari luka fisik, dan trauma mendalam yang hampir merenggut nyawanya. (*)