Pihak yang Diperiksa Terkait Dugaan Keracunan Makanan di GMS Manado, Ketua Panitia dan Penyedia Juga
January 20, 2026 04:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Sembilan saksi diperiksa terkait kasus dugaan keracunan makanan di Gereja Mawar Sharon (GMS) Manado. 

GMS Manado terletak di Jalan Wolter Monginsidi, Bahu, Sulawesi Utara.

Kini tinggal menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di Puslabfor Polda Sulut.

Baca juga: Daftar 9 Saksi yang Diperiksa Polisi Kasus Keracunan Massal di GMS Manado: Pendeta hingga Panitia

Kemudian polisi akan menyimpulkan detai kejadian, termasuk penyebab keracunan makanan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto menuturkan sembilan saksi tersebut semua berasal dari GMS Manado.

"Kami periksa mulai dari Pendeta, Ketua Panitia, dua pihak yang menyediakan makanan, satu orang jemaat serta empat korban yang sudah dipulangkan," kata dia Selasa (20/1/2026). 

Dikatakannya, hasil penyelidikan masih menanti pemeriksaan sampel di Puslabfor Polda Sulut.

Gereja Mawar Sharon (GMS) di kawasan Bahu Mall, Malalayang, Manado, Sulut, terlihat normal usai kasus keracunan massal yang menyebabkan 94 orang jadi korban. 

Peristiwa itu terjadi Jumat (16/1/2026) saat berlangsungnya Prayer Conference. 

Amatan Tribun manado.com, Minggu (18/1/2026) siang, gereja itu menggelar ibadah. 

Bunyi ratusan orang bernyanyi terdengar dari sebuah ruangan. 

Saat puji pujian itu terdengar, masih banyak jemaat yang baru berdatangan. 

Mayoritas jemaat kaum muda. 

Ada yang memarkirkan sepeda motor di depan gereja.

Ada pula yang parkir pada jarak sekira 100 meter dari gereja. 

Seorang Satpam yang menjaga Gereja tersebut menyatakan, para pengurus gereja semuanya ikut ibadah. 

Ia mempersilahkan Tribun manado untuk melakukan konfirmasi pada waktu kerja. 

"Balik besok saja pak," katanya. 

Saat perundingan tengah terjadi, datang seorang ibu. 

Ia mengaku adalah staf gereja tersebut. 

Menurut dia, pihak Gereja sudah menyerahkan pengusutan kasus tersebut pada pihak kepolisian. 

"Pihak Gereja menyerahkan semua masalah ini pada pihak berwajib, mohon tanya saja ke pihak kepolisian," kata dia. 

Menurut dia, sebagian besar jemaat yang keracunan sudah pulih. 

Banyak d iantara mereka yang sudah kembali beribadah. 

"Banyak yang sudah beribadah lagi," kata dia. 

Ketua Jemaat Pdt Frangki saat dikonfirmasi tribun manado pada Sabtu (17/1/2026) sempat merespon. 

"Maaf pak saya lagi ada bersama pihak kepolisian pak," tulisnya. 

Namun setelah itu ia tidak merespon lagi. (ART) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.