Ringkasan Bab 9: Mengenal Imam Mazhab, Ibadah Semakin Mantap PAI Kelas 9 Kurikulum Merdeka
TRIBUNPEKANBARU.COM - Bab 9 mata pelajaran PAI kelas 9 semester 2 Kurikulum Merdeka membahas tentang imam mazhab dalam Islam.
Materi ini mengenalkan para tokoh ulama besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu fikih.
Melalui pembelajaran ini, siswa diajak memahami perbedaan pendapat dalam mazhab sebagai kekayaan khazanah keislaman.
Ringkasan Bab 9 disusun untuk membantu siswa memahami inti materi secara singkat dan terstruktur.
Pembahasan tentang imam mazhab juga menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan.
Dengan mengenal pemikiran para imam mazhab, siswa diharapkan dapat melaksanakan ibadah dengan lebih mantap dan yakin.
Ringkasan ini dapat digunakan sebagai bahan belajar mandiri maupun persiapan menghadapi evaluasi.
Penyajian materi dibuat sederhana agar mudah dipahami oleh peserta didik.
Melalui ringkasan ini, diharapkan siswa semakin memahami pentingnya ilmu dan adab dalam beribadah.
Bab 9 ini sangat penting karena membantu kamu memahami mengapa dalam praktiknya, umat Islam terkadang memiliki sedikit perbedaan dalam tata cara ibadah (seperti posisi tangan saat salat atau doa qunut), namun tetap berada dalam satu akidah yang sama.
Berikut Ringkasan Bab 9: Mengenal Imam Mazhab, Ibadah Semakin Mantap
1. Konsep Dasar Mazhab
- Pengertian: Mazhab adalah jalan atau metode yang digunakan oleh para imam mujtahid dalam menggali hukum Islam dari Al-Qur'an dan Hadis.
- Tujuan Bermazhab: Memudahkan umat Islam yang tidak memiliki keahlian mendalam dalam bahasa Arab dan ilmu ushul fikih agar tetap bisa menjalankan ibadah sesuai syariat.
2. Mengenal Empat Imam Mazhab Besar
- Imam Abu Hanifah (Mazhab Hanafi): Beliau dikenal sangat cerdas dalam menggunakan logika (rasio) dan analogi (qiyas) untuk memecahkan masalah hukum. Mazhab ini banyak berkembang di wilayah Turki dan Asia Selatan.
- Imam Malik (Mazhab Maliki): Beliau sangat menghormati tradisi dan amalan penduduk Madinah (tempat tinggal Nabi) sebagai dasar hukum. Mazhab ini mendominasi wilayah Afrika Utara.
- Imam Asy-Syafi'i (Mazhab Syafi'i): Beliau adalah peletak dasar ilmu ushul fikih yang sangat teliti dalam menggabungkan penggunaan hadis dan akal. Ini adalah mazhab yang dianut oleh mayoritas Muslim di Indonesia.
- Imam Ahmad bin Hanbal (Mazhab Hanbali): Beliau dikenal sangat ketat dan berpegang teguh pada dalil-dalil hadis secara tekstual. Mazhab ini menjadi mazhab resmi di Arab Saudi.
3. Mengapa Ada Perbedaan Pendapat?
- Interpetasi Teks: Adanya perbedaan cara dalam memaknai kata atau kalimat di dalam Al-Qur'an maupun Hadis.
- Ketersediaan Hadis: Perbedaan kriteria yang digunakan seorang Imam dalam menentukan kekuatan sebuah hadis.
- Kondisi Lingkungan: Para Imam tinggal di tempat dan zaman yang berbeda, sehingga situasi sosial masyarakat turut memengaruhi hasil ijtihad mereka.
4. Sikap yang Harus Dimiliki
- Toleransi Tinggi: Memahami bahwa perbedaan pendapat dalam masalah cabang (seperti tata cara salat) adalah hal yang wajar dan merupakan rahmat dari Allah Swt.
- Menghindari Perpecahan: Tidak boleh merasa mazhab sendiri paling benar lalu menyalahkan atau merendahkan orang yang berbeda mazhab.
- Belajar dengan Sungguh-sungguh: Berusaha memahami dasar-dasar hukum agar ibadah yang dilakukan tidak sekadar ikut-ikutan (taqlid buta).
5. Hikmah Bermazhab
- Memberikan kepastian hukum dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
- Menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang luas, dinamis, dan memiliki kekayaan intelektual yang besar.
- Menjaga keaslian ajaran agama melalui bimbingan para ulama yang terpercaya (sanadnya jelas).