WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk menangani persoalan banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Anggaran tersebut difokuskan pada perbaikan sistem drainase, khususnya kebocoran saluran air yang menjadi salah satu penyebab utama genangan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, banjir terjadi di beberapa titik strategis, antara lain Rawalumbu, Aren Jaya, Bekasi Utara, Duren Jaya, serta wilayah perbatasan dengan Kabupaten Bekasi.
Baca juga: Wali Kota Tri Adhianto Apresiasi Kejari Bekasi, Kontribusi Nyata Dorong Peningkatan PAD
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemkot Bekasi karena berdampak langsung pada aktivitas warga.
“Banjir kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan deras yang turun secara berturut-turut. Kami sudah mengidentifikasi beberapa penyebab utamanya, salah satunya kebocoran dan ketidakoptimalan fungsi drainase,” ujar Tri, Selasa (20/1/2026).
Tri menyoroti Kelurahan Aren Jaya sebagai wilayah yang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, kawasan tersebut tercatat tidak mengalami banjir selama sekitar enam tahun terakhir.
Namun, derasnya aliran air dan kapasitas saluran yang terganggu membuat wilayah tersebut kembali tergenang.
“Di Aren Jaya, banjir terjadi setelah enam tahun tidak pernah terdampak. Ini menjadi alarm bagi kita semua. Sementara di Duren Jaya, ditemukan indikasi kebocoran drainase yang memperparah genangan,” jelasnya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tri telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), untuk bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan.
Baca juga: DPRD Sebut Manajamen RSUD Kota Bekasi Zalim Jika Benar Tunjangan Pegawai Belum Dibayar Lunas
Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan langsung, pendataan titik rawan banjir, pembersihan saluran air, serta perbaikan infrastruktur drainase yang rusak.
“Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan anggaran Rp5 miliar yang akan digunakan untuk menangani penyebab banjir, terutama kebocoran drainase di beberapa titik kritis. Penanganan ini dilakukan secara bertahap dan terukur,” tegas Tri.
Selain penanganan teknis jangka pendek, Pemkot Bekasi juga tengah menyiapkan langkah mitigasi jangka menengah dengan memperkuat sistem drainase terpadu dan meningkatkan koordinasi lintas wilayah, khususnya dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi, mengingat sejumlah titik banjir berada di area perbatasan.
Tri juga mengajak seluruh aparatur pemerintah serta masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi faktor dominan yang menyumbat aliran air dan memperparah potensi banjir.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, terutama saluran air. Jangan membuang sampah sembarangan karena dampaknya sangat besar terhadap risiko banjir,” pungkasnya.