Detik-detik Menegangkan Helikopter Raffi Ahmad Oleng Diterpa Angin Kencang dan Hampir Jatuh di Bali
Tribun January 20, 2026 04:35 PM

Helikopter yang ditumpangi artis sekaligus pengusaha Raffi Ahmad bersama sejumlah rombongan dilaporkan nyaris mengalami kecelakaan saat melintas di wilayah Bali Utara.

Insiden menegangkan itu terjadi akibat cuaca buruk yang disertai kabut tebal dan angin kencang, sehingga memaksa pilot berjuang keras menjaga stabilitas penerbangan.

Peristiwa tersebut diungkapkan oleh manajer Raffi Ahmad, Prio Bagja Anugrah, melalui unggahan di media sosial pada Jumat (16/1).

Dalam keterangannya, Prio menyebut Raffi Ahmad menunjukkan sikap tenang dan mampu menenangkan seluruh rombongan di tengah situasi darurat. 

Saat itu, Raffi diketahui berada satu helikopter dengan pengusaha asal Bali, Gusti Ngurah Anom yang dikenal luas dengan sapaan Ajik Krisna.

Video yang beredar, baik dari dalam helikopter maupun rekaman warga di darat, memperlihatkan suasana penuh ketegangan.

Helikopter tampak oleng diterpa angin kencang dan sempat terbang rendah mendekati area persawahan.

Dari rekaman warga, terdengar kepanikan dan kekhawatiran helikopter tersebut akan jatuh, terutama ketika posisinya terlihat tidak stabil dan nyaris menyentuh daratan.

Setelah beberapa saat bermanuver, helikopter akhirnya berhasil naik kembali dan melanjutkan penerbangan hingga mendarat dengan selamat.

 “Alhamdulillah Allah masih memberikan kami keselamatan. Tetap tenang dalam kondisi apa pun. Berusaha, berserah, dan berpasrah,” tulis Prio dalam unggahannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pilot yang dinilainya mampu keluar dari kepungan kabut tebal dan membawa seluruh penumpang kembali dengan selamat.

Ucapan terima kasih juga ditujukan Prio kepada Raffi Ahmad yang disebutnya terus menebarkan energi positif di tengah situasi kritis.

“Terima kasih juga Aa Bos yang selalu memberikan energi positif dan menenangkan kami semua. Dari atas kami benar-benar pasrah, apalagi melihat warga di bawah yang berlarian saat heli mendekat ke area persawahan,” tulisnya.

Sebelum penerbangan dilakukan, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dari koordinasi itu, memang diperoleh informasi bahwa kondisi cuaca sedang kurang bersahabat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman di BMKG, memang cuacanya lagi kurang bagus. Tetapi karena waktu Raffi sangat terbatas, hanya ada kemarin untuk ke Bali dan melihat persiapan pembangunan lahan UMKM di Bali Utara, mau tidak mau kami berkoordinasi dengan pihak helikopter,” kata Anom dalam pernyataannya.

Raffi Ahmad diketahui mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 07.30 WITA dan langsung melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Bali Utara.

Cuaca mulai berubah menjadi mendung disertai gerimis sekitar pukul 10.00 WITA.

Karena Raffi harus kembali ke Solo pada pukul 11.00 WITA, penerbangan kembali ke Bandara Ngurah Rai tetap dilakukan meski kondisi cuaca terus memburuk.

Insiden menegangkan justru terjadi dalam perjalanan balik tersebut. Anom menggambarkan situasi di dalam helikopter sangat mencekam akibat kabut yang sangat pekat.

“Kabutnya terlalu gelap. Sangat gelap. Bahkan apa pun kami tidak lihat. Sama sekali tidak melihat apa yang ada di bawah, semuanya gelap, hanya kabut,” ujarnya.

Menurut Anom, helikopter sempat berputar-putar selama kurang lebih sepuluh menit untuk mencari jalur aman.

“Waktu itu saya sangat tegang. Tapi pilot terus bilang aman, baik-baik saja. 

Di sini saya harus acungkan jempol dan berterima kasih kepada pilot. Pilotnya sangat jago dan ternyata memiliki pengalaman terbang yang sangat tinggi,” katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya faktor keselamatan penerbangan, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem.

Meski demikian, seluruh penumpang helikopter tersebut dipastikan selamat dan tidak mengalami luka, berkat ketenangan penumpang serta profesionalisme pilot yang menangani situasi darurat tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.