Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Peternak domba di Kabupaten Pangandaran diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya kasus pencurian hewan ternak atau pencurian domba yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Satu kasus terbaru terjadi di Kecamatan Cimerak, yang di mana sejumlah domba dilaporkan hilang digondol maling dari kandangnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Deni Rakhmat, mengatakan, pihaknya menerima laporan pencurian empat ekor domba Garut di Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cimerak.
"Ada empat ekor domba yang dicuri. Informasinya itu kami terima dari PPL Cimerak," ujar Deni melalui WhatsApp, Selasa (20/1/2026) siang.
Baca juga: 3 Ekor Ekor Domba di Pangandaran Terjangkit Budug, Dinas Pertanian Waspada
Sementara Domba yang dicuri merupakan milik pribadi anggota Kelompok Tani Marga Mukti. Seluruh domba yang hilang berjenis kelamin jantan dan kerap diikutsertakan dalam berbagai kontes ternak.
"Pencurian terjadi pada malam hari. Itu domba-domba unggulan milik pribadi anggota kelompok," katanya.
Menurutnya, peristiwa tersebut dipastikan merupakan aksi pencurian, bukan akibat serangan predator. Hal itu didasarkan tidak ditemukannya jejak atau tanda serangan hewan liar di sekitar kandang.
"Karena tidak ada jejak predator. Jadi dipastikan itu pencurian," ucap Deni.
Atas kejadian tersebut, pemilik domba sudah melaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Selain itu, Dinas Pertanian pun mengimbau para peternak agar meningkatkan sistem keamanan kandang.
"Kami mengimbau peternak membuat kandang lebih tertutup dan ditinggikan, bila perlu diberi gembok, serta memasang lampu penerangan di sekitar kandang," ujarnya.
Di Padaherang Belasan Ekor Hilang Oktober Lalu
Sebelumnya pada Oktober 2025 lalu, sebanyak 13 ekor domba milik Kelompok Tani Tirta Abadi di Desa Sukanagara, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dilaporkan hilang diduga dicuri orang.
Dugaan pencurian itu terjadi pada Selasa (14/10/2025) dini hari. Akibat kejadian ini, kelompok tani mengalami kerugian hingga Rp 35 juta.
Peristiwa pencurian pertama kali diketahui oleh ketua kelompok tani bernama Madjukri saat hendak memberi pakan hewan ternak sekitar pukul 06.30 WIB.
Setibanya di kandang yang berlokasi di Dusun Sukajadi RT 26/07, Madjukri melihat pintu kandang dalam keadaan terbuka dan seluruh domba yang ada di dalamnya raib.
"Pelaku diduga masuk dengan cara memotong tali tambang yang mengikat pintu kandang, lalu membawa pergi 13 ekor domba yang terdiri dari 7 betina dan 6 jantan," ujar Bripka Hendryana, S.H., Kanit Binmas Polsek Padaherang kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Selasa (14/10/2025) sore.
Akibatnya, pihak kelompok tani mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 35 juta yang terdiri dari Rp 14 juta domba betina dan Rp 21 juta domba jantan.
Usai kejadian, ketua kelompok sempat melaporkan hal tersebut kepada ketua RT setempat dan kemudian melapor ke pihak kepolisian.
Hendryana pun mengaku, pihaknya sudah menerima laporan dan kini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut.
"Atas kejadian itu, kami imbau masyarakat agar lebih waspada, terutama yang memiliki hewan ternak. Pastikan kandang dikunci aman dan bila perlu dipasang penerangan atau kamera pengawas," katanya. (*)