Talud Longsor Terjadi di Sananwetan Kota Blitar, Satu Rumah Warga dan Jembatan Rawan Ikut Ambrol
January 20, 2026 04:45 PM

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Talud (dinding penahan tanah) sungai mengalami longsor di Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Longsor ini mengancam satu bangunan rumah warga di lokasi.

Satu bangunan rumah warga rawan ikut terseret tanah longsor kalau terjadi longsor susulan.

Pemilik rumah, Togar mengatakan, sampai sekarang masih merasa was-was kalau terjadi longsor susulan di lokasi.

Sebab, sebagian pondasi rumah miliknya yang berdekatan dengan sungai sudah mulai retak-retak.

Baca juga: Pesepeda Tewas dalam Insiden Tabrak Lari di Desa Maron Srengat Blitar, Polisi Buru Pengemudi Mobil

"Saya bersama keluarga masih tinggal di rumah ini."

"Sampai sekarang, kami was-was kalau terjadi longsor susulan."

"Kalau hujan kami tetap waspada," kata Togar kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (20/1/2026).

Togar mengatakan, longsor pertama terjadi pada Minggu (18/1/2026).

Longsor terjadi saat ada hujan deras.

Bangunan talud di samping rumahnya tiba-tiba longsor.

Bangunan talud yang longsor lebarnya sekitar 5 meter dengan ketinggian 7 meter.

Kejadian longsor pertama merusak bangunan pagar dan jemuran rumah milik Togar.

"Tiba-tiba tanahnya gerak. Mungkin air hujan dari selokan menggerus tanah."

"Akibatnya bangunan talud ikut ambrol," ujarnya.

Togar berharap, bangunan talud yang longsor di samping rumahnya segera ada penanganan dari Pemkot Blitar.

Ia khawatir, kalau tidak segera diperbaiki, bangunan talud yang longsor bisa semakin parah.

"Kemarin dari BPBD sudah cek ke lokasi. BPBD memasang terpal untuk menutup titik longsor," katanya.

Jembatan Ditutup Total Rawan Longsor

Selain mengancam satu rumah warga, longsor di Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, juga mengancam bangunan jembatan di lokasi.

Sebagian pondasi di bawah jembatan juga mulai retak-retak tergerus air hujan. Saat ini, jembatan di lokasi ditutup total untuk kendaraan.

"Pondasi jembatan juga rawan longsor. Kemarin, dari Dishub, BPBD, dan Kecamatan ke lokasi."

"Setelah cek lokasi, Dishub memutuskan menutup jembatan," katanya.

Jembatan ditutup total untuk semua kendaraan. Di ujung masuk jalan dipasang bambu yang melintang jalan, hanya sepeda motor bisa masuk.

Tapi, persis di lokasi jembatan ditutup total menggunakan bambu. Kendaraan tidak bisa melintas di atas jembatan.

Jalan tersebut lumayan padat kendaraan. Jalan itu menjadi jalur tembusan dari Jl Imam Bonjol menuju ke Jalan Dr Sutomo.

Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli mengatakan, sudah melakukan penanganan darurat di lokasi longsor.

Petugas BPBD memasang terpal untuk menutupi titik longsor agar tidak terjadi longsor susulan saat terjadi hujan deras.

"Kami hanya melakukan penanganan darurat. Untuk penanganan selanjutnya, sudah kami laporkan ke pimpinan dan OPD terkait," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.