DPRD Kabupaten Cirebon Bongkar Biang Banjir Sumber, Bukit Plangon Digerus Tambang dan Perumahan
January 20, 2026 06:31 PM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Banjir yang berulang kali melanda Kecamatan Sumber kini menemukan benang merahnya. 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon membongkar dugaan rusaknya kawasan perbukitan Plangon akibat aktivitas penambangan dan pembangunan perumahan yang disinyalir kuat memangkas daerah resapan air di wilayah hulu.

Temuan itu terungkap usai DPRD Kabupaten Cirebon menggelar audiensi dengan pihak pengembang perumahan serta dinas terkait, pada Senin (19/1/2026).

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno menyebut, pihaknya telah turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan perbukitan Plangon di Desa Babakan dan Desa Kubang.

“Kami melakukan sidak ke wilayah perbukitan Plangon yang diduga menjadi penyebab terjadinya banjir di Kecamatan Sumber beberapa waktu lalu,” ujar Cakra Suseno, Selasa (20/1/2026).

Dari hasil sidak tersebut, DPRD menemukan dua aktivitas utama yang menyebabkan terjadinya penggundulan bukit. 

Aktivitas pertama adalah kegiatan penambangan yang berada di bawah kewenangan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat dan yang kedua adalah pembangunan perumahan oleh pihak pengembang.

“Dua aktivitas itu menyebabkan daerah serapan air berkurang. Ini tentu berdampak pada meningkatnya risiko banjir di wilayah bawah,” ucapnya.

Cakra merinci, luas area penambangan yang ditemukan mencapai sekitar 600 meter persegi, sementara luas kawasan perumahan yang dibangun mencapai sekitar 4,3 hektare.

Skala tersebut dinilai cukup signifikan untuk memengaruhi keseimbangan lingkungan di kawasan perbukitan.

Menindaklanjuti temuan itu, DPRD Kabupaten Cirebon bersama pihak terkait sepakat untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan dan pembangunan perumahan selama 10 hari.

Penghentian ini dilakukan sambil menunggu hasil kajian empiris dan kajian pembanding dari dinas teknis maupun pihak pengembang.

“Dari hasil audiensi kemarin, kami sepakat aktivitas dihentikan sementara selama 10 hari. Saat ini kami masih menunggu hasil kajian dari dinas terkait dan dari pihak pengembang,” jelas dia.

Ia menegaskan, setiap usaha yang memiliki risiko tinggi terhadap lingkungan wajib tunduk pada hasil kajian.

DPRD, kata dia, tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran yang terbukti berdampak langsung terhadap banjir.

“Kalau nanti terbukti berdampak terhadap terjadinya banjir, maka izin usaha bisa dievaluasi bahkan dicabut,” katanya.

Meski demikian, Cakra menyebut DPRD tetap membuka ruang objektivitas.

Jika hasil kajian menunjukkan faktor utama banjir adalah cuaca ekstrem dan masih dapat ditangani dengan langkah teknis, hal tersebut juga akan menjadi bahan pertimbangan.

“Namun jika faktor utamanya cuaca ekstrem dan masih bisa ditangani, tentu itu juga akan menjadi bahan pertimbangan,” ujarnya.

DPRD Kabupaten Cirebon memastikan akan terus mengawal proses kajian serta penanganan banjir, terutama di wilayah hulu, agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

“Kami akan mengawal proses ini sampai tuntas, khususnya penanganan di wilayah hulu. Jangan sampai banjir terus berulang dan masyarakat yang jadi korban,” ucap Cakra.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Cirebon pada Selasa (23/12/2025) sore berubah menjadi petaka.

Air meluap di sejumlah titik, melumpuhkan akses jalan, menghanyutkan gerobak pedagang, hingga menjebol tembok gudang sebuah supermarket di wilayah Kecamatan Sumber.

Peristiwa tersebut terekam dalam sejumlah video amatir warga yang kemudian viral di media sosial. 

Salah satu video paling menyita perhatian memperlihatkan derasnya aliran air keluar dari area gudang supermarket sambil membawa kardus, sampah, hingga kemasan produk ke badan jalan.

“Gudang Surya jebol!” teriak perekam video dengan suara panik, Selasa (23/12/2025) malam.

Dalam rekaman itu, tampak tembok gudang runtuh tak mampu menahan tekanan air.

Puing-puing beton berserakan di sekitar gerbang, sementara aliran air cokelat pekat mengalir deras ke jalanan. 

Sejumlah kemasan produk berwarna hijau dan kuning terlihat terbawa arus dan menumpuk di jalan berpasir.

Tak hanya Kecamatan Sumber, banjir juga melanda simpang empat Mountoya, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan watermark video, peristiwa terjadi sekitar pukul 17.23–17.24 WIB.

Air dari gorong-gorong meluap hingga menutupi seluruh badan jalan, memaksa pengendara motor menuntun kendaraannya.

Di lokasi lain, banjir parah menggenangi area terbuka yang diduga berada di sekitar fasilitas umum. Ketinggian air disebut warga mencapai setengah badan mobil.

Cuaca ekstrem juga merobohkan tembok pembatas sekolah serta menghanyutkan sebuah gerobak dagangan di kawasan pertokoan.

Baca juga: Tangis di Tengah Gelap: Belasan Motor Karyawan Supermarket Hanyut Saat Banjir Terjang Sumber Cirebon

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.