TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Surabaya - Seorang ibu di Surabaya, Jawa Timur, Sirka Mariana, mengalami persalinan darurat di dalam taksi online saat perjalanan menuju rumah mertuanya di kawasan Asemrowo, Selasa malam (20/1/2026). Proses persalinan Sirka dibantu pengemudi taksi online bernama Rosa, yang ternyata seorang dokter.
Berkat pertolongan dokter yang juga driver taksi online itu, Sirka dan bayinya dalam kondisi selamat. Bayi laki-laki yang lahir dengan berat 2,7 kilogram itu, kini mendapatkan perawatan di praktik Bidan Alfiyah, yang lokasinya tidak jauh dari rumah keluarga.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB tersebut, sempat mengundang perhatian warga sekitar. Persalinan berlangsung tepat di depan gang rumah mertua Sirka.
Awalnya, perjalanan tersebut bukan ditujukan ke rumah sakit atau klinik. Sirka yang tengah hamil tua memesan taksi online dari kawasan Tambaksari menuju Asemrowo bersama anak dan sang ibu. Selama perjalanan, tidak ada tanda-tanda hendak melahirkan.
Baca juga: Begini Kondisi Dusun Petung Bondowoso yang Viral Usai Ibu Hamil Ditandu saat Hendak Melahirkan
Pengemudi taksi online, Rosa, belakangan diketahui berprofesi sebagai dokter, bahkan sempat berbincang santai dengan Sirka. Percakapan mereka membahas anak Sirka hingga kehamilan yang sedang dijalani.
Setibanya di depan gang rumah, ibu Sirka turun lebih dulu untuk memanggil keluarga. Sirka masih berada di dalam mobil ketika tiba-tiba mengeluhkan rasa mulas hebat.
"Saya kaget, berusaha menenangkan, tapi tidak lama saya dengar suara ketuban pecah. Karpet mobil langsung basah," ujar Rosa.
Rosa segera turun dari kursi kemudi dengan niat membawa Sirka ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga: Viral Ibu Hamil Hendak Melahirkan Ditandu Warga Pakai Kursi Panjang di Bondowoso
Namun setelah diperiksa, ia melihat kepala bayi sudah mulai keluar sehingga persalinan tidak mungkin ditunda.
"Sudah saya langsung ambil tindakan, tanpa alat pelindung diri atau apron. Saya pandu ibu itu. Tidak sampai 10 menit bayinya sudah keluar," tuturnya.
Untuk mencegah hipotermia, Rosa menggunakan pakaian milik Sirka sebagai gendongan sementara.
Situasi tersebut sempat membuat warga sekitar panik dan berkerumun. Rosa juga meminta bantuan kain dari warga sebelum akhirnya membawa ibu dan bayi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Ia mengaku, selama perjalanan sebelumnya sempat merasa ada kejanggalan saat melintasi rel kereta api, karena Sirka terlihat menahan rasa sakit.
"Saya sempat tanya, tapi tidak dijawab. Ternyata itu kontraksi," katanya.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Lumajang Melahirkan di Tanah Suci, Kondisi Bayi dan Ibu Sehat
Diketahui, Rosa merupakan dokter umum di RSUD Dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Saat ini ia sedang menjalani pendidikan dokter spesialis penyakit dalam di Surabaya dan mengisi waktu luang dengan menjadi pengemudi taksi online.
Bidan Alfiyah, yang menangani ibu dan bayi setelah kejadian, mengaku terkejut saat mengetahui persalinan dilakukan di dalam mobil oleh seorang pengemudi taksi online.
"Saya lihat cara memegang bayinya sudah benar. Awalnya saya kira prematur karena ibunya mengaku usia kehamilan lima bulan. Tapi setelah dokternya mengangkat bayi itu, saya yakin ini usia sembilan bulan. Tangisnya kencang, kelihatan tidak ada masalah," ujar Alfi.
Ia juga mengenali Sirka sebagai pasien lama.
"Setahun lalu, 17 Januari 2025, beliau pernah melahirkan di sini," tambahnya.
Bidan Alfi berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi para perempuan, khususnya yang telah menikah, agar rutin memeriksakan kehamilan sejak dini.
"Kalau sudah menikah dan telat menstruasi, jangan takut untuk kontrol. Pakai BPJS bisa. Kejadian seperti ini sebenarnya bisa dicegah kalau dicek sejak awal," katanya.
(TribunJatimTimur.com)