Lima Kampung di Muaragembong Bekasi Terdampak Banjir usai Tanggul Sungai Citarum Jebol
January 20, 2026 06:33 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI---- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 533 Kepala Keluarga (KK) di lima kampung terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi pada Senin (19/1/2026) tengah malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan, luapan Sungai Citarum menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak banjir.

Pemerintah setempat mencatat sebanyak 553 kepala keluarga (KK) terdampak akibat luapan air sungai tersebut.

"Jumlah itu dari lima kampung, ketinggian air mencapai 10 hingga 60 sentimeter,” kata Dodi saat dikonfirmasi pada Selasa (20/1/2026).

Baca juga: Saan Mustofa Desak BBWS Segera Tangani Tanggul Jebol Sungai Citarum di Muara Gembong

TANGGUL JEBOL: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi saat meninjau lokasi tanggul jebol Sungai Citarum Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi pada Selasa (20/1/2026).
TANGGUL JEBOL: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi saat meninjau lokasi tanggul jebol Sungai Citarum Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi pada Selasa (20/1/2026). (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Adapun lima kampung terdampak meliputi Kampung Bendungan RT 03/05 dengan jumlah 141 kepala keluarga (KK), Kampung Gedung Cinde RT 01/05 dengan 105 KK yang berada di area tanggul kritis, Kampung Singkil RT 02/06 sebanyak 152 KK, Kampung Gedung Bokor RT 03/03 dengan 30 KK, serta Kampung Biyombong RT 03/06 sebanyak 125 KK.

"Walaupun merendam ratusan rumah warga, kami mencatat tidak terdapat korban jiwa, korban luka, maupun warga yang mengungsi," katanya.

Saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing meski kondisi arus air cukup deras.

Sebagai langkah penanganan darurat, pihaknya telah melakukan koordinasi dan pendataan bersama RT, kepala dusun, serta pihak pemerintah desa.

Selain itu, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak.

Baca juga: Tanggul Sungai Citarum Jebol di Muara Gembong, Ratusan Rumah Warga Terendam

"Logistik yang telah kita salurkan antara lain bronjong, karung, terpal, pop mie, air mineral, serta paket sembako untuk membantu kebutuhan warga terdampak banjir," ujarnya.

Pihaknya juga merekomendasikan agar kedepan dilakukan pembangunan turap permanen di sepanjang tanggul Kali Citarum guna mencegah kejadian serupa terulang, khususnya saat debit air sungai meningkat.

"Kami merekomendasikan pembangunan turap permanen di sepanjang bantaran Sungai Citarum untuk mencegah kejadian serupa terulang," ujar Dodi.

Tanggul Sungai Citarum di Kampung Bendungan, RT 03/05, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi alami jebol pada Senin (19/1/2026) malam.

Jebolnya tanggul menyebabkan air sungai meluap menyebabkan akses jalan terputus dan merendam permukiman warga.

Salah seorang warga, Satibi (45) mengatakan, peristiwa tanggul jebol itu terjadi sekitar pukul 23.50 WIB.

Tanggul jebol setelah debit Sungai Citarum meningkat signifikan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Tekanan air yang tinggi membuat tanggul tak lagi mampu menahan aliran sungai hingga akhirnya runtuh.

Tak lama setelah tanggul jebol, air langsung mengalir deras ke kawasan permukiman.

“Tanahnya masih gembur. Begitu air naik, langsung terkikis dan air cepat mengalir ke kampung,” kata Satibi, Selasa (20/1/2026).

Sejumlah titik permukiman warga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter.

Akibat tanggul jebol itu juga merendam rumah warga dan memutus akses jalan utama desa.

"Semalam langsung ditangani pakao karung isi tanah sama pasir seadanya aja," katanya.

Firman warga lainnya menyebutkan kejadian tanggul jebol di lokasi serupa sudah dua kali.

Sebelumnya tanggul jebol terjadi pada tahun 2020 di desa yang sama.

"Sekarang beda titik sama tahun 2020, tapi masih satu desa," katanya.

Dia menyebut, proses perbaikan tanggul jebol pada tahun 2020 juga dilakukan hanya sementara, tidak secara permanen.

Untuk itu, ia berharap penanganan tanggul jebol sekarang ini harus dilakukan permanen.

Dia juga meminta pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh tanggul sepanjang Sungai Citarum, khususnya di wilayah Muaragembong.

"Ya begini susah juga, waktu itu aja sementara diatasinya. Harus ditangani menyeluruh di sepanjang Citarum," katanya. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.