TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Media sosial (Medsos) Pekanbaru ramai memperbincangkan meninggalnya seorang remaja bernama Firman.
Korban dikabarkan wafat setelah seminggu menjalani perawatan intensif di RSUD Arifin Achmad akibat luka berat yang dialaminya.
Kini, kasus yang menimpa Firman tengah ditangani oleh pihak kepolisian.
Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan, peristiwa bermula saat Firman bersama beberapa rekannya didatangi sekelompok orang.
Situasi kemudian berubah menjadi penyerangan, di mana korban diduga dipukul menggunakan benda tumpul dan dilempari batu.
Firman mengalami luka berat, termasuk patah kaki serta luka di sejumlah bagian tubuh.
Salah seorang rekannya juga disebut mengalami luka di kepala.
Meski sempat mendapat perawatan intensif, kondisi Firman terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Kapolsek Limapuluh AKP Asian Sihombing mengungkap, pihak kepolisian sedang menangani kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang menimpa korban tersebut.
“Kami bersama Unit Jatanras Polresta Pekanbaru masih melakukan pengembangan. Saat ini sudah ada beberapa saksi anak yang diamankan untuk dimintai keterangan di Mapolsek,” ungkap AKP Asian, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Jalan Sudirman Ujung Rusak Parah, Wawako Pekanbaru Akui Sudah Komunikasi dengan Pemprov Riau
Baca juga: 5 Tuntutan Warga Rohingya Menggema di Pekanbaru, Desakan Kebutuhan Hidup Kian Berat
Menurutnya, penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menyimpulkan peristiwa tersebut.
“Masih dalam tahap penyelidikan. Kami terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi,” tuturnya.
AKP Asian bilang, dari hasil awal penyelidikan, termasuk penelusuran rekaman CCTV, polisi menemukan adanya peristiwa kejar-kejaran sebelum kejadian.
“Kami belum bisa berandai-andai dan masih mendalami seluruh kemungkinan,” tegasnya.
(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)