BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Daerah sinyal lemah atau kawasan yang tergolong sebagai daerah dengan kualitas layanan telekomunikasi tidak memadai hingga saat ini masih terdapat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan
Sebagai langkah untuk penuntasan daerah sinyal lemah, Diskominfo Kabupaten Tabalong telah sampaikan usulan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Setidaknya ada 15 desa tersebar di empat kecamatan yang masuk dalam daftar usulan untuk bisa mendapatkan kualitas layanan telekomunikasi memadai.
Kepala Diskominfo Tabalong, Eddy Suryani, Selasa (20/1/2026) mengatakan, pihaknya bersama Wabup Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf juga telah audiensi ke Komdigi.
"Kami melakukan audiensi ke Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital RI di Jakarta, Senin (19/01/2026)," katanya.
Baca juga: Tiga SKPD Ditetapkan Jadi Lokus Pembangunan Zona Integritas, Bupati Tabalong: Jadilah Teladan
Baca juga: Ruas Jalan Muara Muning-Balimau Tapin Terendam Banjir, Pengendara Disarankan Melintas Lewat Rantau
Ditambahkannya, dari audiensi tersebut, pihak Komdigi berjanji akan menambah bandwidth untuk tower BTS BAKTI yang sudah ada di Tabalong sejak tahun 2017.
Bandwidth merupakan kapasitas maksimum transfer data melalui jalur komunikasi dalam waktu tertentu, diukur dalam bit per detik (bps), yang menentukan seberapa banyak data dapat dikirim dan diterima secara bersamaan.
"Ini penting untuk aktivitas online seperti streaming, gaming, dan download file," jelasnya.
Selain menambah bandwidth, lanjut Eddy, pihaknya juga berharap agar 15 desa tersebut dapat menjadi pertimbangan juga untuk dibangunkan tower BTS yang baru.
Sehingga kedepannya konektivitas di daerah terpencil atau terluar juga bisa mendapatkan akses telekomunikasi 4G dan internet yang baik.
(banjarmasinpost.co.id/donyusman)