Grid.ID - Menkeu Purbaya soroti pelemahan nikai tukar rupiah yang kini berada di level Rp 16.989 per dolar AS. Pengaruh tekanan global disebut jadi pemicunya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi memberikan tanggapan soal melemahnya nilai tukar rupiah. Menurutnya, tekanan global menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Namun, Purbaya juga optimis nilai tukar rupiah akan kembali menguat karena supply dolar akan terus bertambah. Hal ini tinggal menunggu waktu saja.
"Jadi, tinggal tunggu waktu aja rupiahnya menguat juga, karena supply dolar akan bertambah," ucap Purbaya, dikutip dari Kompas TV.
Tanggapi Spekulasi yang Beredar
Tudingan melemahnya nilai tukar rupiah disebut karena Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono diusulkan jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia hanyalah spekulasi. Menkeu Purbaya pun memberikan tanggapan terkait tudingan tersebut.
"Ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana. Wah orang spekulasi dia akan independensinya hilang. Saya pikir enggak akan begitu," ujarnya.
Pernyataan Purbaya itu bukan tanpa sebab. Nilai tukar rupiah terhadap dolar akan menguat atau melemah tergantung pada fundamental ekonominya.
“Ya, rupiah akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat kan IHSG berapa, berapa IHSG sekarang? All time high kan, oh 91.333,” kata Purbaya, dikutip dari Tribun Video.
“Begini, kalau index naik ke situ, pasti ada flow asing masuk ke situ juga, kan. Enggak mungkin domestik sendiri yang bisa mendorong itu ke level yang seperti itu."
Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk menjaga pondasi ekonomi agar pertumbuhan menjadi semakin cepat. Salah satunya adalah dengan mempercepat program-program belanja pemerintah di awal tahun.
“Nanti kalau begitu insap juga langsung menguat lagi rupiah. Karena fondasi ekonominya kita akan jaga supaya semakin membaik ke depan. Pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat,” jelasnya.
"Pertama, kita pastikan likuiditas di sistem finansial cukup. BI dan kita dan keuangan sudah setuju untuk menjaga itu bersama. Yang kedua, saya pastikan program-program belanja pemerintah dibelanjain cepat di awal tahun ini."
Menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Menkeu Purbaya singgung soal pengaruh tekanan global sebagai salah stau pemicunya. Namun ia berupaya untuk memperbaiki iklim investasi, kebijakan moneter, dan kebijakan fisikal demi memperkuat rupiah ke depannya.