TRIBUNABNTEN.COM - Sebagian barang milik relawan asal Banten yang sebelumnya digondol maling di kawasan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, kini berhasil dikembalikan.
Barang yang kembali tersebut di antaranya satu unit mesin genset dan sebuah tas.
Untuk diketahui, aksi pencurian terjadi di Jalan Karya Bakti I, Lingkungan I, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, pada Senin (19/1/2026) dini hari.
Mobil milik relawan Aksi Semangat Peduli (ASP) dibobol saat mereka beristirahat usai menempuh perjalanan panjang dari Aceh.
Kepala Lingkungan I, Khairul Tambunan, mengatakan dirinya menerima laporan pencurian sekitar pukul 07.00 WIB.
Baca juga: Istirahat Usai Perjalanan, Mobil Relawan Banten Dibobol Maling di Medan, Genset hingga Tas Raib
Ia langsung mendatangi lokasi dan mendapati barang-barang relawan sudah berserakan di sekitar kendaraan.
“Setelah mendapat laporan, saya langsung ke lokasi. Saya juga meminta bantuan warga yang mengetahui kejadian tersebut untuk membantu mencari pelaku dan barang-barang yang hilang,” ujar Khairul, Senin (19/1/2026).
Menurut Khairul, pencarian dilakukan sejak pagi hingga siang hari. Pada sore harinya, sejumlah barang yang sempat dicuri akhirnya dikembalikan oleh pihak yang tidak diketahui identitasnya.
“Alhamdulillah, ada yang datang ke rumah membawa barang-barang itu. Namun memang tidak semuanya dikembalikan, hanya genset dan satu tas,” katanya.
Sementara itu, Vera (29), rekan relawan asal Banten, mengaku para relawan memilih untuk mengikhlaskan kejadian tersebut. Ia menyebut, sebelumnya para relawan juga sempat menjadi korban pemalakan saat melintas di Palembang.
“Teman-teman bilang diikhlaskan saja. Jadi ketika ada barang yang kembali, kami sangat bersyukur,” ujar Vera.
Vera berharap pemerintah dan aparat keamanan dapat lebih serius memberantas aksi pencurian, terutama di wilayah perkotaan.
“Kami berharap pemerintah bisa lebih tegas memberantas pelaku-pelaku pencurian. Kami juga jadi pelajaran untuk lebih berhati-hati,” ucapnya.
Diketahui, para relawan ASP baru saja kembali dari lokasi bencana di Aceh, termasuk Aceh Tamiang, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan membuka dapur umum.
Mereka juga membagikan Al Quran, mukena, dan sajadah untuk kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.
Saat ini, para relawan dilaporkan telah melanjutkan perjalanan dan dalam perjalanan kembali menuju Banten.