DKUP Bangka Barat Janji Pasokan LPG 3 Kg Normal dalam Dua Hari
January 20, 2026 08:35 PM

MENTOK, BABEL NEWS - Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUP) Kabupaten Bangka Barat memastikan pasokan gas LPG 3 kilogram bakal kembali normal dalam dua hari ke depan. Hal in disampaikan setelah sebelumnya sempat terjadi kelangkaan di sejumlah wilayah dan dilakukan pemantauan langsung ke agen serta pangkalan gas LPG 3 kilogram.

Kepala DKUP Bangka Barat, Miwani mengakui, kelangkaan gas LPG 3 kilogram, terjadi di sejumlah kecamatan di Bangka Barat, karena sejumlah faktor. "Kelangkaan gas LPG 3 kilogram, yang mencuat itu di Kecamatan Tempilang, Mentok dan Simpang Teritip. Kondisi itu terjadi karena memang dari SPBE ada angkutan mereka dan stasiun pengisian juga, kapal pengangkutan mengalami rusak kemarin, kurang lebih satu pekan," kata Miwani, Selasa (20/1).

Pihaknya telah menginventarisasi data dan memastikan stasiun pengisian di Kecamatan Kelapa saat ini sudah beroperasi normal. Ia optimistis dalam dua hari ke depan distribusi gas LPG 3 kilogram akan sepenuhnya normal, seiring hasil pemantauan langsung di lapangan serta laporan yang diterima melalui grup komunikasi internal.

"Insya Allah dua hari ini, karena hari ini antrean sudah berjalan normal kembali dan kami sudah melakukan pantauan di lapangan dan WA grup. Kami juga telah menginventalisir data. Bahwa, stasiun pengisian di Kelapa sudah berjalan dengan normal, dari sebelumnya untuk droping gas di wilayah Bangka Barat, agen itu mengisi ke Pangkalpinang," katanya.

Ia menyampaikan, pihaknya pada hari ini, telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua titik pangkalan dengan mengambil sampel penjualan. Dari hasil sidak tersebut, ditemukan adanya pangkalan yang menjual gas LPG 3 kilogram di atas harga eceran tertinggi (HET), yang seharusnya Rp18.200 per tabung namun dijual seharga Rp20.000 per tabung.

"Kami hari ini sidak kami lakukan di dua titik ambil sempel. Ada pangkalan jual di atas HET Seharusnya dijual di Rp18.200 per tabung, dilakukan penjualan Rp20.000 per tabung.

Kami akan sampaikan ke agen, agar dilakukan pembinaan pangkalan yang menjual di atas HET itu," katanya.

Pihaknya juga melakukan penimbangan terhadap tabung gas LPG 3 kilogram di dua pangkalan sebagai sampel. Dari hasil penimbangan, berat tabung kosong sekitar 5 kilogram dengan isi gas 3 kilogram, sehingga total berat mencapai 8 kilogram dan tidak ditemukan adanya selisih timbangan.

"Isi berat tabung 5 kilogram, kemudian isinya 3 kilogram, tadi kami timbang dua titik pangkalan timbangan 8 kilogram tidak ada selisih timbangan. Ini tentunya akan kami lakukan sidak secara berkala," tegasnya.

Ia menyebutkan, secara umum, masih menemukan di lapangan adanya toko eceran yang menjual gas bersubsidi tersebut dengan harga jauh lebih tinggi di atas HET, berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tabung.

"Temui di lapangan toko eceran ada menjual Rp30-35 ribu per tabungnya. Memang untuk eceran bukan kewenangan kami. Tetapi kami sampaikan ke pangkalan. Pangkalan menjadi kunci, jangan menjual ke pengerit dan toko eceran," jelasnya. 

Sebelumnya, sejumlah warga di Kecamatan Mentok, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir. Kelangkaan gas bersubsidi tersebut membuat masyarakat harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain. 

Bahkan sebagian terpaksa membeli dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) yaitu mencapai Rp35.000 per tabung. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, khususnya bagi pedagang kecil dan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas bersubsidi. (riu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.