MBG Tetap Dibagikan Saat Ramadan, Kepala BGN Sebut Menunya Tahan 12 Jam
January 20, 2026 09:35 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat selama bulan Ramadan 2026. Ia memastikan menu yang dibagikan dirancang agar aman dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa.

Menurut Dadan, makanan yang disiapkan dalam program MBG memiliki daya tahan hingga 12 jam sejak proses penyiapan.

"Makanannya tahan 12 jam, dari mulai disiapkan sampai dikonsumsi pada saat buka,” ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Distribusi saat Ramadan

Dadan menjelaskan, mekanisme distribusi MBG selama Ramadan dilakukan dengan pola yang sama seperti tahun sebelumnya.

Untuk wilayah mayoritas Muslim, makanan tetap dibagikan pada jam sekolah, namun tidak langsung dikonsumsi.

Siswa membawa pulang makanan tersebut untuk disantap saat berbuka.

“Untuk Ramadan sama seperti tahun lalu. Jadi untuk daerah yang mayoritas Muslim, makanan akan dibagikan pada jam sekolah, tapi makanannya dibawa ke rumah dan tahan lama,” kata Dadan.

Sementara itu, di daerah yang mayoritas penduduknya tidak menjalankan ibadah puasa, pola pelayanan MBG tidak mengalami perubahan. Makanan tetap dikonsumsi langsung di sekolah sesuai jadwal harian.

Konsumsi Ramadan

Dalam penjelasannya, Dadan menyebut makanan MBG yang dibagikan siang hari di sekolah akan dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka.

Pola ini, menurut BGN, diharapkan tetap memberi manfaat bagi keluarga penerima meski waktu konsumsinya berbeda dari hari biasa.

Baca juga: Sindir Penanganan Bencana Sumatra, Deddy Sitorus: Pemerintah Harus Bersyukur Rakyat Kita Ga Pemarah

Keamanan Pangan

Dadan menegaskan aspek ketahanan makanan menjadi perhatian utama BGN.

Menu MBG disiapkan dengan standar gizi dan keamanan agar tetap layak konsumsi meski disimpan beberapa jam. 

Hal ini diharapkan memberi rasa aman bagi siswa dan keluarga yang mengandalkan program tersebut.

Catatan Kritis

Sejumlah pengamat menilai pembagian MBG saat Ramadan berisiko mubazir karena mayoritas penerima sedang berpuasa.

Mereka menekankan efektivitas program dan efisiensi anggaran perlu dievaluasi lebih serius.

Diketahui, anggaran MBG pada 2025 ditetapkan sebesar Rp71 triliun dengan realisasi Rp51,5 triliun atau 72,5 persen. Sementara pada 2026, pagu anggaran melonjak menjadi Rp335 triliun dengan target 82,9 juta penerima manfaat.

Jika dibagi rata per bulan, alokasi MBG pada 2025 berkisar Rp4,3–5,9 triliun, sedangkan pada 2026 mencapai sekitar Rp27,9 triliun.

Kebijakan MBG di bulan Ramadan pada akhirnya menuntut keseimbangan antara niat baik pemenuhan gizi dan kewajiban menjaga efisiensi anggaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.