Tolak Pabrik Kaca Beroperasi di Pemukiman, Warga Desa Sruni Mengadu ke DPRD Sidoarjo
January 20, 2026 10:49 PM

 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Warga Desa Sruni, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, mengeluhkan pabrik kaca yang berada di sana.

Karena berada di area permukiman, operasional pabrik milik PT SIJS itu dirasa menganggu ketenangan dan ketenteraman masyarakat di sana.

Baca juga: Warga Citra Harmoni Sidoarjo Bangga, Surya-Tobing Harumkan Nama Kampung di Badminton Preware CUP

Warga menolak keberadaan pabrik kaca itu, dan meminta agar direlokasi ke tempat lain.  

“Ini permukiman penduduk. Sehingga lahan itu harusnya digunakan sesuai peruntukannya. Kami ingin pabrik itu direlokasi,” kata Uniq, salah satu warga, dalam hearing bersama Komisi B dan Komisi C DPRD Sidoarjo, Selasa (20/1/2026).

Beberapa alasan disampaikan, antara lain aktivitas truk tronton yang melintas di jalan kabupaten kelas III.

Padahal, jalan tersebut seharusnya tidak diperuntukkan bagi kendaraan bertonase besar.

Diceritakan, pernah terjadi insiden kaca yang diangkut truk pecah di jalan.

Beruntung, kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban.

Tapi mereka khawatir, peristiwa itu terulang dan sampai mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. 

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan polusi udara yang dirasakan setiap hari akibat aktivitas pabrik.

Mereka berharap ada ketegasan dari pemerintah agar persoalan tersebut tidak terus-menerus merugikan warga.

Siap Tampung Aspirasi dan Tuntutan Warga

Menanggapi sejumlah keluhan itu, Rony selaku Direktur PT SIJS yang hadir dalam pertemuan itu menyatakan bahwa pihaknya siap menampung aspirasi dan tuntutan dari warga. 

Terkait penggunaan jalan yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan besar, menurut Rony, kendaraan yang melintas di jalur tersebut bukan hanya milik perusahaannya, tapi juga dari pihak lain. 

“Yang lewat di sana bukan hanya kendaraan kami saja. Tapi kami sampaikan bahwa kami siap menampung dan menerima tuntutan dari warga, asalkan tuntutannya masih wajar dan masuk akal,” jawabnya.

Rapat dengar pendapat yang melibatkan Komisi B dan Komisi C DPRD Sidoarjo itu juga dihadiri sejumlah dinas terkait, termasuk Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR), Dinas Perhubungan, Dinas PUBMSDA, DPMPTSP, perwakilan warga Sruni, serta manajemen PT Seruni Industri Jaya Sejahtera.

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Suyarno, yang memimpin pertemuan itu berjanji akan menindaklanjuti dan mencari solusi terbaik atas polemik pembangunan pabrik kaca tersebut.

“Kami sudah mendengar dari para pihak. Selanjutnya kami ingin mengurai persoalan ini berdasarkan data dan fakta di lapangan, bukan atas asumsi masing-masing,” kata Suyarno.

Terkait keluhan polusi udara, disebutnya perlu dilakukan pengukuran secara objektif.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo memiliki alat untuk mengukur baku mutu udara, sehingga bisa digunakan untuk memastikan. 

“Demikian halnya keluhan lainnya, nanti kita cari solusi bersama. Misalnya ada kompensasi, itu bisa dibicarakan dengan baik. Yang terpenting kedua belah pihak bisa saling menerima,” ujar politisi PDI Pernuangan itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.