ORANG Telantar Sebagian Besar dari Luar Bali, Sepanjang 2025 Dinsos Tangani 322 Orang 
January 21, 2026 12:03 AM

TRIBUN-BALI.COM - Sepanjang tahun 2025, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar menangani sebanyak 322 orang terlantar. Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, AA Ayu Diah Kurniawati mengatakan, jenis ketelantaran yang ditangani meliputi gelandangan, pengemis, lansia terlantar, hingga anak terlantar.

Mereka yang terlantar ini ada warga yang datang langsung ke Dinas Sosial, laporan masyarakat, rujukan kepolisian, hingga hasil sweeping bersama Satpol PP Kota Denpasar. Seluruh penanganan tersebut telah masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM). 

Termasuk pemberian permakanan bagi warga terlantar di wilayah Denpasar. Sebagian besar orang terlantar ini merupakan orang luar Bali. 

"Sebagian besar yang kami tangani justru berasal dari luar Pulau Bali, meskipun ada juga warga ber-KTP Denpasar," katanya, Selasa, (20/1). 

Baca juga: USAI Terkena Longsor, Pangempon Pura Manik Tirta di Klungkung Akan Gelar Upacara Pengulapan

Baca juga: WASPADA Hujan Disertai Angin Kencang di Bali, Kecepatan Capai 41 Knots, Bencana Hingga Panen Gagal!

Terkait laporan orang terlantar yang didapat, Dinas Sosial akan melakukan asesmen lapangan terlebih dahulu. Hal tersebut untuk memastikan status ketelantaran berdasarkan KTP dan kartu keluarga. 

Termasuk pemberian bantuan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk warga terlantar dari luar daerah, pihaknya menjalin komunikasi dengan komunitas daerah asal guna menelusuri keberadaan keluarga. 

"Contohnya warga ber-KTP Jember, kami berkoordinasi dengan ikatan warga Jember agar bisa dibantu pelacakan keluarganya," imbuhnya.

Disisi lain pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mengecek status kependudukan yang bersangkutan, jika identitas belum diketahui. Pihaknya juga bekerjasama dengan yayasan termasuk panti jompo hingga Dinsos Provinsi Bali. 

Untuk pemulangan orang terlantar ke daerah asal luar Bali akan ditangani oleh Dinsos Provinsi. Sementara untuk pemberian konsumsi akan ditanggung oleh Dinsos Denpasar selama yang bersangkutan belum dipulangkan. 

Penanganan juga diberikan bagi warga terlantar yang mengalami sakit atau kecelakaan. 
"Kemarin ada warga terlantar dirawat di RS Wangaya dengan KTP luar daerah, kami bantu pengaktifan BPJS agar bisa segera tertangani. Termasuk yang meninggal, kami bantu proses pemakamannya,” katanya.

Di awal 2026 ini, pihaknya juga telah menerima laporan orang terlantar. Ada yang sudah ditangani dan ada juga yang masih mengikuti asesmen. (sup)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.