TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Seorang pencari rumput di Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, menyaksikan pemandangan horor di tepi Sungai Ngrowo desa setempat, Selasa (20/1/2026).
Sesosok kepala manusia tergantung di sebuah dahan pohon, dengan ketinggian sekitar 4 meter.
Lokasi penemuan ada di kawasan kebun sengon milik warga bernama Rohib.
Kepala dengan rambut gondrong itu tergantung di sebuah pohon, yang menjadi pagar pembatas antar lahan warga.
“Tadi seorang pencari rumput yang melihat, terus dia melapor ke ketua RT, terus dilaporkan ke polisi,” ujar seorang warga bernama Mispani.
Menurut Mispani, kepala berambut gondrong itu sudah dalam kondisi yang sulit dikenali.
Setelah diteliti oleh warga, ternyata bagian tubuhnya ada di tanah, di bawah kepala tadi.
Ia menduga, sebelumnya ada sosok yang tergantung di pohon itu, kemudian membusuk sehingga bagian badannya terjatuh.
“Sosok laki-laki, dia pakai kaus lengan pendek dan celana jin. Sandalnya juga masih ada di lokasi,” ucapnya.
Keberadaan jenazah yang sudah rusak ini tersembunyi di balik rimbun dedaunan.
Warga yang beraktivitas di sekitar juga tidak curiga, karena tidak jauh dari lokasi ada tempat pembuangan limbah bulu ayam.
Baca juga: Jembatan Penghubung Dua Desa di Kanigoro Blitar Ambles, Bahayakan Pengendara
Limbah ini menyebarkan aroma tidak sedap, sehingga bau dari jenazah ini juga tersamarkan.
“Kalaupun warga mencium bau busuk, dikiranya dari limbah bulu ayam itu. Sama sekali tidak ada yang curiga,” ucap Mispani.
Kanit INAFIS Satreskrim Polres Tulungagung, Aiptu Sugapri menggunakan tangga menurunkan sosok kepala itu.
Ia kemudian memimpin olah TKP dan melakukan identifikasi.
Dari pemeriksaan jenazah, tidak ditemukan kartu identitas di saku pakaiannya.
Bagian kepala ini kemudian disatukan dengan tubuhnya, lalu dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan sosok kepala ini sebenarnya ditemukan pada Senin (19/1/2026) pagi oleh Bagus, seorang pencari rumput.
Bagus yang ketakutan kemudian meninggalkan lokasi itu dan menceritakan temuannya ke Nurazizah.
“Baru tadi pagi, saksi Bagus dan Nurazizah ini melapor ke perangkat desa. Laporan itu diteruskan ke Polsek Kedungwaru,” tutur Nanang.
Dari olah TKP, diduga sebelumnya korban gantung diri di tempat yang tersembunyi.
Tubuhnya kemudian membusuk hingga bagian tulang leher putus tidak kuat menahan berat bagian tubuh.
Saat ini polisi masih melakukan identifikasi untuk mengungkap sosok jenazah ini.
“Kondisinya sudah rusak, sangat sulit dikenali. Identitasnya masih belum diketahui,” pungkas Nanang.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik